MBG Jadi Bisnis Baru Politikus Kuningan?

Dampak Ekonomi dan Sosial


Terlepas dari kontroversinya, bisnis dapur MBG memang membawa dampak ekonomi di Kuningan. Setiap dapur membutuhkan puluhan tenaga kerja, mulai dari juru masak, tenaga pengemasan, hingga kurir pengantar makanan. Kondisi ini membantu membuka lapangan pekerjaan baru, terutama bagi perempuan dan warga sekitar.


Selain tenaga kerja, dapur MBG juga membuka pasar baru bagi petani lokal. Sayuran, beras, daging, dan bahan pangan lain sebagian besar bisa diserap dari produksi desa-desa di Kuningan. Jika pola ini berlanjut, maka program MBG dapat menjadi instrumen nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal, bukan sekadar agenda pusat.


Namun, laporan di lapangan menunjukkan kualitas dapur MBG bervariasi. Ada yang menjalankan standar gizi dan kebersihan dengan baik, tetapi ada pula yang masih dikeluhkan terkait rasa maupun higienitas makanan. Faktor manajemen dan keseriusan pengelola sangat menentukan, termasuk bagi dapur yang dikelola oleh politikus.


Asep Saepudin menambahkan, dampak positif hanya akan terasa jika dapur MBG benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi rakyat.

“Politikus harus membuktikan bahwa mereka tidak sekadar mencari keuntungan. Kalau bisa menyerap hasil pertanian lokal, memperkerjakan warga sekitar, dan menjaga mutu makanan, maka keberadaan dapur MBG akan diterima. Tapi kalau sebaliknya, akan muncul resistensi publik,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup