Bunda PAUD Kuningan Kejar Target Wajib Belajar 13 Tahun, Orang Tua Diajak Berperan Aktif
KUNINGANSATU.COM,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus menggencarkan sosialisasi program wajib belajar 13 tahun dengan mengajak para orang tua menyekolahkan anak sejak pendidikan usia dini. Upaya tersebut disampaikan saat kunjungan ke TK PGRI Sakerta Barat dan Kober Tunas Bangsa, Desa Sakerta Barat, Kecamatan Darma, Rabu (10/6/2026).
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Kuningan, Dicky Mahardika, SE., M.Si., yang hadir mewakili Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, Ela Helayati, menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci dalam menyukseskan program wajib belajar satu tahun prasekolah sebagai bagian dari wajib belajar 13 tahun.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah menyekolahkan putra-putrinya di TK. Ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah. Bagi masyarakat yang masih memiliki anak usia sekolah namun belum masuk PAUD maupun TK, mari bersama-sama diarahkan agar memperoleh layanan pendidikan sejak dini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dicky juga mengajak para orang tua membiasakan pemberian makanan bergizi kepada anak, khususnya susu dan telur, sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, kebiasaan memberikan susu dan telur tidak seharusnya dilakukan hanya saat ada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pola asuh sehari-hari di rumah.
“Jangan hanya hari ini saja anak-anak minum susu. Biasakan sebelum berangkat sekolah diberikan susu, kemudian perbanyak konsumsi telur beberapa kali dalam seminggu agar kesehatan dan daya tahan tubuh mereka semakin baik,” katanya.
Di hadapan para siswa, Dicky bahkan mengajak anak-anak meminum susu bersama sebagai simbol dimulainya Gerakan Minum Susu dan Makan Telur yang terus didorong Disdikbud Kabupaten Kuningan.
Selain itu, ia mengapresiasi para guru TK PGRI Sakerta Barat yang dinilai telah memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak usia dini. Ia berharap sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah desa, dan Disdikbud terus terjalin untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli, menjelaskan masih banyak masyarakat yang keliru memahami istilah PAUD. Ia menegaskan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan bagian dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan.
“PAUD itu wadahnya, sedangkan TK merupakan salah satu bentuk layanan PAUD bagi anak usia 4 sampai 6 tahun. Karena itu masyarakat perlu memahami bahwa anak yang sekolah di TK berarti juga sedang mengikuti pendidikan PAUD,” jelasnya.
Yuli menerangkan, anak usia 3 hingga 4 tahun idealnya mengikuti Kelompok Bermain (KB), sedangkan usia 5 hingga 6 tahun diarahkan masuk TK sebagai persiapan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Ia juga mengingatkan pentingnya pola makan sehat bagi anak sejak usia dini. Menurutnya, konsumsi telur, susu, serta air putih secara rutin akan membantu perkembangan otak, pertumbuhan fisik, dan meningkatkan konsentrasi belajar anak.
Dalam sosialisasi tersebut, Yuli mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencari dan mendorong anak-anak usia 5 sampai 6 tahun yang belum bersekolah agar segera masuk TK, sehingga target Kabupaten Kuningan bebas anak tidak sekolah dapat tercapai.
Kegiatan yang berlangsung di TK PGRI Sakerta Barat itu dihadiri jajaran pengawas PAUD, pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, para guru, serta orang tua murid. Selain sosialisasi wajib belajar 13 tahun, kegiatan juga diisi dengan edukasi gizi melalui Gerakan Minum Susu dan Makan Telur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak usia dini.
















