Makan Telur dan Minum Susu Jadi Gerakan Bersama KKN dan Dinas Pendidikan di Linggamekar
KUNINGANSATU.COM,- Upaya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini terus digencarkan melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan pemerintah dan lembaga pendidikan. Kali ini, Kelompok KKN 6 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan bersama KPM Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan dalam program Gerakan Makan Telur dan Minum Susu (Gema telmisu).
Kegiatan tersebut berlangsung di PAUD Mekar Indah, Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Rabu (12/8/2026).
Program ini turut melibatkan Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Bunda PAUD Kecamatan Cilimus, IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Linggamekar, pihak sekolah, guru, serta orang tua peserta didik.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Linggamekar, Bunda PAUD Kecamatan Cilimus, jajaran IGTKI, para guru dan wali murid, serta mahasiswa KKN dari dua perguruan tinggi.
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Kuningan, Yuli Pramiati, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Bunda PAUD Kabupaten Kuningan, dalam sambutannya mengajak anak-anak membiasakan diri mengonsumsi makanan bergizi, khususnya telur dan susu.
Menurutnya, kebiasaan makan sehat perlu dikenalkan sejak anak berada pada masa pertumbuhan. Telur menjadi salah satu sumber protein, sedangkan susu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan tulang dan tubuh anak.
“Gerakan Makan Telur dan Minum Susu untuk apa? Supaya sehat, supaya cerdas dan kuat,” ujarnya di hadapan anak-anak PAUD.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut antara lain bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, berinteraksi dengan keluarga, serta tidur lebih awal.
Dalam kesempatan tersebut, anak-anak juga diajak memahami kebiasaan sederhana setelah makan, seperti mengupas telur dengan benar, membuang kulit telur ke tempat sampah, serta mencuci tangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dicky Mahardika, S.E., M.Si., melalui Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD, Eris Rismayana, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang dilakukan mahasiswa KKN dengan Dinas Pendidikan.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendidikan anak usia dini dapat menjadi bagian dari upaya membangun jejaring sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.
“Memang betul masa golden age atau masa keemasan anak-anak itu sangat penting. Kita support selain dari pembelajaran, kita support melalui gizi,” katanya.
Eris juga menegaskan bahwa program Gematel Misu tidak berhenti pada kegiatan pembagian telur dan susu. Program tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus bagi sekolah, orang tua, pemerintah desa, maupun pihak terkait lainnya untuk melanjutkan kebiasaan makan sehat dan bergizi bagi anak-anak.
Kegiatan kemudian diisi dengan interaksi bersama peserta didik. Sejumlah anak diberi kesempatan tampil di depan teman-temannya untuk membacakan doa dan Pancasila.
Sesi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri anak. Anak-anak yang tampil mendapat apresiasi setelah mampu menjawab pertanyaan dan menunjukkan hafalan mereka.
Salah satu mahasiswa KKN 6 Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Putri Handayani, mengatakan Gematel Misu merupakan bentuk kolaborasi lintas pihak yang tidak hanya berfokus pada pemberian telur dan susu kepada anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi mengenai pola makan sehat yang perlu diterapkan sejak usia dini dan dikenalkan pula kepada orang tua.
“Program kerja ini tak hanya gerakan makan telur dan minum susu semata, tetapi menerapkan pola makan sehat kepada anak-anak sejak dini. Tak hanya kepada anak, tetapi juga kepada orang tua,” kata Putri.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan sehingga anak-anak mulai terbiasa mengonsumsi makanan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
Putri juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, KPM Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Pemerintah Desa Linggamekar, pihak PAUD Mekar Indah, para guru, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN berharap Gema Telmisu tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pemenuhan gizi dan pola hidup sehat merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, aktif, dan percaya diri sejak usia dini.















