RTRW, Geothermal, dan Masa Depan Ciremai

KUNINGANSATU.COM,- Revisi RTRW Kuningan bukan sekadar urusan tata ruang. Di dalamnya tersimpan arah masa depan daerah, termasuk bagaimana Kuningan menyikapi berbagai peluang investasi energi yang mulai masuk ke kawasan sekitar Gunung Ciremai, termasuk isu geothermal yang terus menjadi perhatian publik.

Sayangnya, diskusi mengenai geothermal sering terjebak dalam dua kutub ekstrem. Di satu sisi ada yang menganggap semua investasi energi pasti membawa manfaat. Di sisi lain ada yang langsung menyimpulkan bahwa setiap rencana pemanfaatan energi panas bumi pasti menjadi ancaman lingkungan. Padahal persoalannya tidak sesederhana itu.

Yang paling penting bukan soal setuju atau tidak setuju, melainkan apakah seluruh proses perencanaan telah didasarkan pada kajian ilmiah yang memadai, transparan, dan mampu menjawab kekhawatiran masyarakat.

Ciremai memiliki posisi yang sangat istimewa bagi Kuningan. Ia bukan hanya gunung, tetapi kawasan resapan air, penyangga ekosistem, sumber kehidupan pertanian, dan benteng lingkungan yang selama ini menopang aktivitas masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan kawasan sekitar Ciremai harus diuji secara serius terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Di sinilah RTRW menjadi sangat penting. Tata ruang harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana investasi dapat berjalan tanpa mengurangi fungsi ekologis yang selama ini menjadi kekuatan utama Kuningan?

Masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang utuh. Jangan sampai muncul ketakutan yang dibangun oleh asumsi, tetapi jangan pula ada optimisme yang lahir tanpa kajian. Semua pihak berhak mengetahui data, risiko, manfaat, mitigasi, serta mekanisme pengawasan yang akan diterapkan apabila suatu saat terdapat pengembangan energi di kawasan terkait.

Kuningan tidak boleh anti terhadap kemajuan. Namun Kuningan juga tidak boleh kehilangan kehati-hatian. Investasi yang baik adalah investasi yang mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Sebaliknya, konservasi yang baik bukan berarti menutup diri dari perkembangan zaman, melainkan memastikan setiap pembangunan berlangsung dalam batas-batas yang dapat ditanggung alam.

Karena itu, perdebatan mengenai geothermal seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kualitas RTRW. Bukan sekadar memperdebatkan proyek, melainkan memastikan bahwa seluruh kebijakan pembangunan memiliki pijakan ilmiah, kepastian hukum, keterbukaan informasi, dan perlindungan terhadap sumber daya alam yang menjadi sandaran hidup masyarakat.

Pada akhirnya, yang harus dijaga bukan hanya kepentingan hari ini, tetapi juga hak generasi mendatang. Sebab jika Ciremai tetap lestari, sumber air tetap terjaga, dan ekonomi tetap tumbuh, maka Kuningan akan memiliki masa depan yang kuat. Namun jika keseimbangan itu hilang, biaya yang harus dibayar akan jauh lebih mahal daripada manfaat yang diperoleh.

Maka sebelum menyimpulkan bahwa geothermal adalah solusi atau ancaman, yang lebih penting adalah memastikan seluruh keputusan didasarkan pada ilmu pengetahuan, data yang terbuka, dan kepentingan jangka panjang masyarakat Kuningan.

Oleh: Dadan Satyavadin , Pemerhati Kebijakan Publik

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup