Cegah Stunting dari Kandungan! Kuningan Kembangkan Aplikasi Khusus Ibu Hamil
KUNINGANSATU.COM,- Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kuningan terus didorong melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya dengan mengembangkan aplikasi Self Reminder Pregnant (SRP), sebuah inovasi yang dirancang untuk membantu ibu hamil menerapkan pola hidup sehat melalui panduan aktivitas olahraga dan pemenuhan gizi seimbang.
Inovasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kuningan, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sang Adipati Lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuningan itu menjadi wadah untuk memperkenalkan hasil penelitian perguruan tinggi sekaligus mendorong penerapannya dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Ratnawati, M.Pd., hadir sebagai narasumber yang memaparkan hasil penelitian bertajuk “Pola Aktivitas Olahraga dan Gizi Seimbang pada Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Aplikasi Self Reminder Pregnant (SRP)”.
Aplikasi SRP dikembangkan untuk memudahkan ibu hamil mendapatkan informasi sekaligus panduan mengenai aktivitas fisik dan kebutuhan gizi sesuai dengan fase kehamilan.
Sejumlah fitur disiapkan dalam aplikasi tersebut, mulai dari panduan aktivitas fisik, rekomendasi menu bergizi, pengingat aktivitas, hingga pencatatan perkembangan selama masa kehamilan.
“Melalui aplikasi Self Reminder Pregnant ini, kami berharap ibu hamil dapat lebih mudah mendapatkan informasi mengenai aktivitas fisik dan pemenuhan gizi seimbang sesuai dengan usia kehamilan. Harapannya, aplikasi ini bisa membantu membangun kebiasaan hidup sehat selama masa kehamilan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting,” ujar Ratnawati.
Dari sisi teknologi informasi, pengembangan aplikasi tersebut juga mendapat perhatian Ipan Ripai, M.Kom. Ia memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan sistem, penyempurnaan fitur, hingga kemudahan akses bagi masyarakat.
Menurutnya, aplikasi yang dikembangkan tidak hanya harus memiliki fitur yang lengkap, tetapi juga perlu memperhatikan aspek kemudahan penggunaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pengembangan aplikasi tidak hanya memperhatikan kelengkapan fitur, tetapi juga harus mempertimbangkan kemudahan penggunaan dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, penyempurnaan sistem perlu terus dilakukan agar aplikasi ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Ipan Ripai.
Dalam proses pengembangannya, aplikasi SRP menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode Software Development Life Cycle (SDLC) berbasis prototyping.
Tahapannya meliputi analisis kebutuhan, pembuatan prototipe, evaluasi dan revisi, pengembangan sistem, pengujian, hingga penerapan aplikasi.
Melalui kegiatan diseminasi ini, Bappeda Kabupaten Kuningan juga mendorong terbangunnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Pengembangan aplikasi Self Reminder Pregnant menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital di bidang kesehatan. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat mendukung edukasi kesehatan ibu hamil sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.















