Bantah Terlibat Dalam Proyek MBG, Toto Tohari: Anak Hanya Jadi Perwakilan Yayasan!

KUNINGANSATU.COM,- Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Kuningan seiring munculnya data mitra yang sedang berproses. Dalam salah satu data tercantum nama Singgih Lutfihar Darmawan sebagai perwakilan Yayasan Garuda Kuningan Raya di Kecamatan Hantara. Singgih diketahui merupakan Tenaga Harian Lepas (THL) sekaligus anak dari anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra, Toto Tohari.

Sorotan publik semakin tajam setelah dalam data tersebut nomor telepon yang tercantum terverifikasi sebagai milik pribadi Toto Tohari. Dugaan itu pun segera dikonfirmasi, dan Toto memberikan penjelasan langsung melalui WhatsApp pribadinya pada Rabu (24/9/2025). Ia menegaskan tidak ada keterlibatan dirinya dalam yayasan, serta menekankan bahwa keterlibatan anaknya murni sebagai perwakilan.

“Saya tidak terlibat, hanya kemarin tanah dan tempat milik anak saya, kalau soal dapur itu miliknya Hanyen. Gara-gara mencari tempat di Hantara tidak ada yang cocok. Itu kan anak saya hanya perwakilan yayasan. Silahkan dikoreksi saja, salah mungkin,” tulis Toto.

Toto menambahkan, nomor telepon pribadinya yang muncul dalam data diduga hanyalah bagian dari kekeliruan. Ia tetap menegaskan bahwa posisinya sebagai anggota DPRD sebatas menjalankan fungsi pengawasan, termasuk terhadap jalannya program MBG.

“Saya belum tahu dan tidak pernah ketemu dengan SPPI, cuma saya berkewajiban memonitor percepatan MBG di Kabupaten Kuningan. Soal identitas dan nomor hp saya di data akan coba saya tanyakan, haturnuhun,” lanjutnya.

Pernyataan Toto sekaligus mempertegas posisi hukum dan etika pejabat publik. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pasal 65 ayat (1) huruf c, secara tegas menyebutkan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan, bukan pelaksana proyek. Hal ini menjadi rambu penting agar tidak terjadi tumpang tindih peran dalam program yang pendanaannya bersumber dari APBN.

Toto pun berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi yang sempat simpang siur di masyarakat. Ia menegaskan kembali bahwa tujuan utamanya adalah memastikan MBG berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak sekolah di Kuningan.

“Program ini sangat penting bagi generasi kita. Yang utama, anak-anak mendapatkan gizi yang layak. Itu yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup