Kisah Haru Keluarga Kembar Tuna Netra di Cikaso, BAZNAS Salurkan Bantuan Modal Usaha

KUNINGANSATU.COM,- Di balik keterbatasan ekonomi, pasangan Ahmad Taufik dan Yuliwati, warga Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan, tetap berjuang membesarkan enam anak mereka. Tiga di antaranya merupakan anak kembar penyandang tuna netra yang memiliki cita-cita besar untuk menjadi dosen.

Kisah perjuangan keluarga tersebut mendapat perhatian dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan. Melalui program bantuan modal usaha, BAZNAS menyalurkan dana stimulus sebesar Rp1,5 juta untuk membantu mengembangkan usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tetap berusaha mandiri meski hidup dalam keterbatasan.

“Nominalnya memang tidak besar, tetapi kami berharap bantuan ini dapat menjadi tambahan modal usaha sehingga ekonomi keluarga bisa semakin baik. Semoga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berjuang,” ujar Yusron Jum’at (10/7/26).

Menurutnya, bantuan tersebut juga merupakan bagian dari sinergi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendukung program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Duafa, Lansia, dan Pengangguran) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

“BAZNAS hadir untuk ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan,” tambahnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, Ahmad Taufik dan Yuliwati sehari-hari mengandalkan penghasilan dari berjualan gorengan di pinggir jalan serta bensin eceran. Penghasilan yang tidak menentu harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan enam anak mereka.

Meski demikian, pasangan ini tidak pernah kehilangan harapan. Tiga anak kembar mereka, yakni Farhaz, Farhan, dan Farhat, berhasil menghafal satu juz Al-Qur’an. Prestasi itu menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat keluarga untuk terus berjuang memberikan pendidikan terbaik.

Saat menerima bantuan dari BAZNAS, Ahmad Taufik dan Yuliwati tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru. Mata keduanya berkaca-kaca karena merasa diperhatikan di tengah perjuangan mereka membesarkan anak-anak.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Insyaallah akan kami gunakan sebagai tambahan modal usaha agar penghasilan keluarga bisa lebih baik,” kata Ahmad Taufik.

Ia menjelaskan, dana bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk membuat gerobak jualan yang lebih layak sehingga usaha gorengan yang dijalankan bersama istrinya dapat berkembang.

Selain berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pasangan ini juga terus mendukung pendidikan anak-anak mereka yang saat ini menempuh pendidikan di sekolah khusus bagi penyandang disabilitas netra.

“Anak-anak kami bercita-cita menjadi dosen. Kami ingin terus berusaha agar mereka bisa meraih mimpi itu. Bantuan ini tentu menjadi semangat baru bagi keluarga kami,” tutur Ahmad.

Kisah keluarga Ahmad Taufik menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus bermimpi. Di sisi lain, kepedulian berbagai pihak, seperti yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Kuningan, diharapkan dapat membantu masyarakat bangkit melalui pemberdayaan ekonomi sehingga mampu mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup