Dulu 15 Anak, Kini Tinggal 11! Perjuangan Padarek Lawan Stunting Berbuah Hasil

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Desa Padarek, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, sekaligus mengevaluasi perkembangan kondisi kesehatan anak di wilayah desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Kuningan Een Rustendi, Kepala Puskesmas Kuningan, Kepala Desa Padarek Nana Sukmana, Ketua BPD Sunarma, bidan desa, perwakilan UPTD Pengendalian Penduduk DPPKBP3A, pendamping desa, serta para kader Posyandu.

Kepala Desa Padarek, Nana Sukmana, mengungkapkan bahwa berbagai upaya yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang mengalami stunting di Desa Padarek mengalami penurunan dari 15 anak menjadi 11 anak.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan partisipasi aktif masyarakat dalam memperhatikan kesehatan ibu dan anak.

“Penurunan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih maksimal. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis target zero stunting bisa diwujudkan,” ujarnya.

Nana juga menekankan pentingnya peran kader kesehatan sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat. Selain isu stunting, kader diharapkan terus aktif memberikan pemahaman terkait program keluarga berencana, pola hidup sehat, hingga pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Padarek, Sunarma, menilai program rembuk stunting memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kesehatan anak sejak usia dini.

Menurutnya, kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan dan kecukupan gizi anak sejak masa pertumbuhan.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu penanganannya harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Kecamatan Kuningan, Een Rustendi. Ia menilai konsistensi Pemerintah Desa Padarek dalam menyelenggarakan rembuk stunting setiap tahun menunjukkan keseriusan dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga desa, serta masyarakat untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak masa kehamilan hingga usia balita.

“Anak-anak merupakan aset masa depan bangsa. Karena itu, perhatian terhadap gizi ibu hamil, kesehatan balita, serta lingkungan yang bersih dan sehat harus menjadi prioritas bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekmat Kuningan secara resmi membuka kegiatan Rembuk Stunting Desa Padarek Tahun 2026. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari pihak Puskesmas dan pendamping desa, serta diskusi untuk merumuskan langkah-langkah strategis penanganan stunting ke depan.

Melalui forum ini, Pemerintah Desa Padarek berharap koordinasi dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga tren penurunan kasus stunting dapat terus berlanjut. Capaian yang telah diraih menjadi modal penting dalam mewujudkan generasi Desa Padarek yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup