Pelatihan SEFT di Citapen, Cara Mahasiswa UBHI Dorong Rumah Bebas Asap Rokok
KUNINGANSATU.COM,- Upaya menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat terus dilakukan mahasiswa Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI). Di Desa Citapen, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, mahasiswa PBL II Kelompok 3 menggelar pelatihan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) bagi kader kesehatan, Sabtu (8/8/2026).
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program Rumah Bebas Asap Rokok (RUMBESAKO) yang digagas mahasiswa selama menjalankan kegiatan PBL II di Desa Citapen.
Bukan tanpa alasan, kader kesehatan dipilih sebagai peserta pelatihan. Mereka dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan edukasi sekaligus mendampingi masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, para kader diperkenalkan dengan Terapi SEFT sebagai salah satu pendekatan pendukung untuk membantu mengelola stres dan emosi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi kader ketika memberikan pendampingan kepada masyarakat.
Program RUMBESAKO sendiri berangkat dari pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya paparan asap rokok di dalam rumah. Kebiasaan merokok di lingkungan rumah dinilai tidak hanya berdampak kepada perokok, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan anggota keluarga yang berada di sekitarnya.
Melalui edukasi dan pendampingan, mahasiswa berharap masyarakat mulai membangun kebiasaan untuk tidak merokok di dalam rumah. Dengan begitu, rumah dapat menjadi tempat yang lebih aman dan sehat bagi seluruh anggota keluarga.
Kepala Desa Citapen, Uri, menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa PBL II UBHI yang telah menghadirkan program RUMBESAKO di wilayahnya.
“Abdi ngadugikeun apresiasi nu sa ageung-ageung na ka mahasiswa mahasiswi PBL II Universitas Bhakti Husada Indonesia nu parantos nyayogikeun program Rumah Bebas Asap Roko atanapi mun di singkat janten RUMBESAKO di Desa Citapen,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran untuk tidak merokok di dalam rumah.
“Mudah-mudahan program ieu tiasa mantun manfaat sareng masihan dampak nu sae bagi masyarakat di Desa Citapen. Khususna dina ningkatkeun kesadaran kanggo henteu ngaroko di lebet bumi supados kesehatan keluarga langkung kajaga,” lanjutnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah berkontribusi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Citapen.
Mahasiswa PBL II berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Kader kesehatan diharapkan dapat meneruskan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi penggerak keberlanjutan program RUMBESAKO setelah masa PBL II berakhir.
Dengan demikian, RUMBESAKO tidak hanya menjadi program yang berlangsung selama mahasiswa berada di Desa Citapen, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang terus dijalankan masyarakat untuk menciptakan rumah yang sehat dan bebas dari asap rokok.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa PBL II Kelompok 3 UBHI dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat Desa Citapen. Program RUMBESAKO melibatkan Dila Nurfadila, Euis Siti Kholisoh, Ifaz Fajar Abdillah, Malika Rafa Nurfathonah, Nawal Yunika, Nida Fadhilah, Reiyhan Ardeliantie, Sulaeman Fadil, Windi Noviardani, dan Zelvia Leticia Oliveira Ximenes.















