Peluang Usaha dari Dapur, 16 Warga Pajambon Belajar Bikin Roti dan Kue
KUNINGANSATU.COM,- Sebanyak 16 warga Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, mendapat kesempatan meningkatkan keterampilan melalui pelatihan tata boga. Kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya untuk menambah kemampuan memasak, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Pelatihan yang berlangsung selama 40 jam itu digelar secara luring mulai 28 September hingga 2 Oktober 2026. Program tersebut dilaksanakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung melalui kejuruan Teknologi Pengolahan Agroindustri.
Materi pelatihan secara khusus menyasar keterampilan dasar pembuatan roti dan kue bagi pemula. Peserta dibekali pengetahuan dan praktik yang dapat menjadi modal awal untuk mengembangkan produk olahan pangan secara mandiri.
Kepala Desa Pajambon, Dra. Nani Ariningsih, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan keterampilan masyarakat perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi perekonomian keluarga.
“Kami sangat menyambut baik adanya pelatihan ini. Keterampilan yang diperoleh warga diharapkan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi peluang usaha, khususnya di bidang tata boga dan pengolahan makanan,” ujar Nani, Kamis (1/10/2026).
Ia berharap para peserta tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh, kata Nani, perlu dipraktikkan dan dikembangkan sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, warga dapat terus mengembangkan kemampuannya sehingga bisa menjadi usaha yang memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut turut melibatkan tiga instruktur tata boga dari Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kuningan.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan roti dan kue sebagai bagian dari kompetensi Teknologi Pengolahan Agroindustri. Selain teori, pelatihan juga memberikan pengalaman praktik agar peserta memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan.
Bagi Pemerintah Desa Pajambon, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat kapasitas masyarakat melalui keterampilan yang memiliki potensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Keterampilan pengolahan pangan dinilai dapat menjadi modal bagi warga untuk menciptakan produk bernilai tambah. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, kemampuan tersebut juga berpeluang membuka sumber pendapatan baru sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di tingkat desa.















