MBG Jadi Bisnis Baru Politikus Kuningan?
Politikus Jadi Pemain Baru
Sejumlah nama politikus di Kuningan kini disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan dapur MBG. Baik yang masih duduk di DPRD maupun mantan legislator, sama-sama memanfaatkan momentum ini. Masing-masing memiliki model pengelolaan berbeda, ada yang menonjol secara terbuka, ada pula yang bergerak lebih halus melalui jaringan keluarga atau mitra usaha.
Fenomena ini menimbulkan sorotan, karena peran mereka di ruang politik seolah beririsan langsung dengan dunia bisnis. Dalam beberapa kasus, keterlibatan politikus dinilai bisa mempercepat akses mereka untuk memenangkan tender penyediaan dapur MBG. Meski belum ada bukti pelanggaran, situasi ini menimbulkan tanda tanya mengenai fairness atau keadilan bagi pelaku usaha lain yang ingin bersaing.
Bagi politikus sendiri, dapur MBG dianggap sebagai usaha strategis. Program ini dijalankan setiap hari, sepanjang tahun, dengan volume produksi yang relatif stabil. Hal itu berbeda dengan usaha katering biasa yang sangat tergantung pada musim hajatan atau pesanan insidental. Karena ada kepastian pasar, dapur MBG dianggap lebih menjanjikan secara finansial.
Meski begitu, tidak sedikit pula pihak yang berharap keterlibatan politikus bisa memberi dampak positif. Jika para politikus serius mengelola dapur dengan standar yang baik, memberdayakan tenaga kerja lokal, dan menyerap hasil pertanian dari desa-desa di Kuningan, maka manfaat program ini akan terasa lebih luas. Namun, jika praktiknya hanya untuk mencari keuntungan pribadi, tentu kritik publik akan semakin menguat.
















