Audiensi FMPK Berujung Kekecewaan, Bupati Dinilai Kurang Beradab dan Permainkan Aspirasi Publik

Isu yang Tak Pernah Tuntas

Kekecewaan FMPK semakin beralasan karena isu serupa telah tiga kali diaudiensikan di DPRD dengan menghadirkan dinas terkait, namun hasilnya nihil. Hingga kini belum ada roadmap, strategi, maupun program konkret Pemda untuk merespons krisis moral yang ditandai maraknya komunitas LGBT, peredaran miras, dan penyalahgunaan narkoba di Kuningan.

Peristiwa ini memperlihatkan problem serius dalam tata kelola birokrasi di Kuningan dimana komunikasi yang buruk, ketidaksiapan pejabat, dan minimnya empati pemimpin terhadap aspirasi rakyat. Alih-alih menjawab keresahan masyarakat, audiensi justru meninggalkan luka kekecewaan mendalam.

FMPK sendiri menegaskan akan tetap mengawal isu ini dengan cara lain, termasuk membangun konsolidasi lintas elemen di luar jalur formal pemerintahan.

“Ini bukan sekadar soal pertemuan yang gagal, tapi soal martabat rakyat yang merasa diremehkan,” pungkas Luqman Maulana sebelum membubarkan forum.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup