Audiensi FMPK Berujung Kekecewaan, Bupati Dinilai Kurang Beradab dan Permainkan Aspirasi Publik

KUNINGANSATU.COM,- Jumat, 29 Agustus 2025 menjadi puncak kekecewaan Forum Masyarakat Peduli Kemanusiaan (FMPK) Kabupaten Kuningan terhadap sikap Bupati. Alih-alih mendapat ruang dialog terbuka soal darurat LGBT, miras, dan narkoba, FMPK justru merasa dipermainkan dengan korespondensi yang semrawut, perubahan jadwal mendadak, hingga ketidakhadiran Bupati di forum penting tersebut.
Upaya FMPK untuk beraudiensi dengan Bupati sebenarnya dimulai sejak 15 Agustus 2025 melalui surat resmi permohonan. Namun tak ada jawaban. Surat kedua kembali dilayangkan 22 Agustus 2025, tetap dengan agenda yang sama untuk membicarakan darurat akhlak dan krisis moral di Kuningan.
Jawaban baru datang 27 Agustus 2025, hanya lewat WhatsApp dari ajudan Bupati. FMPK diminta hadir pukul 15.00 di hari yang sama. Tawaran itu ditolak karena mustahil hanya dalam waktu sejam mengkonsolidasikan ulama, MUI, tokoh masyarakat, akademisi, hingga ormas yang tergabung dalam forum.
Keesokan harinya, Kamis (28/8/2025), FMPK mendapat balasan resmi bahwa audiensi akan dilaksanakan Jumat (29/8/2025) pukul 13.30. Informasi ini segera disebar melalui undangan dan poster digital ke berbagai tokoh, termasuk Ketua MUI. Namun, tak lama berselang, Pemda kembali mengubah jadwal menjadi pukul 09.00 pagi. FMPK pun menolak perubahan ini karena semua pihak sudah terikat agenda sesuai jam 13.30.
Pada hari pelaksanaan, massa FMPK dan undangan hadir di Pendopo sesuai jadwal awal. Namun, setiba di lokasi mereka diberitahu bahwa pertemuan dipindah ke Komplek Sekda di KIC. Perdebatan pun terjadi. FMPK memutuskan tetap bertahan di Pendopo. Audiensi akhirnya dibuka oleh Staf Ahli Bupati Elon Carlan yang menyampaikan permintaan maaf.
“Berkali-kali di sini kami mohon maaf atas kekisruhan jadwal yang berubah-ubah,” ujarnya.
Ketegangan memuncak ketika diketahui bahwa Bupati mendadak pergi ke Indramayu. Wakil Bupati yang diminta menggantikan pun baru diberi tahu dua jam sebelum acara. Pertemuan akhirnya berlangsung singkat, tak lebih dari lima menit, sebelum peserta memilih membubarkan diri.


















