Audiensi FMPK Berujung Kekecewaan, Bupati Dinilai Kurang Beradab dan Permainkan Aspirasi Publik

Suara Kekecewaan dari Forum

Sekretaris FMPK, Luqman Maulana, menegaskan audiensi ini bukan sekadar formalitas.

“Kami bukan mengemis bantuan. Ini murni keprihatinan atas krisis moral yang makin masif. Tapi yang kami dapat justru sikap tidak empatik dari pemimpin,” ujarnya.

Kekecewaan juga disuarakan oleh Kyai Edin Holidin.

“Sejak Pilkada kami ikut mendukung. Kini, guru-guru dan ulama yang sudah meluangkan waktu justru dipermalukan. Bupati benar-benar tidak menghargai,” katanya keras sebelum meninggalkan ruangan audiensi.

Sementara itu selepas membubarkan diri, Inisiator Gerakan KITA, Ikhsan Marzuki, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan bahan kajian internasional dari laporan USAID–UNDP soal LGBT di Asia untuk diserahkan.

“Kalau Bupati punya kajian lebih komprehensif, harusnya bisa dibagikan. Ini kesempatan emas untuk saling berbagi informasi, bukan justru diabaikan,” ujarnya.

Ikhsan berharap Bupati yang sebelumnya menyatakan keprihatinannya atas perkembangan krisis LGBT, miras dan obat terlarang di Kuningan, tidak berhenti pada lip service.Koordinator APIK, Andi Budiman, menekankan bahwa Pemda seharusnya tak menutup diri dari kolaborasi.

“Dengan anggaran Kuningan yang terbatas, justru penting menggandeng ormas, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil. Penanganan penyakit sosial bisa dilakukan melalui program kolaboratif tanpa biaya besar,” tegasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup