PKL Difasilitasi Tempat, Stimulan Hingga Car Free Night, Penghuni Pertokoan Siliwangi Cuma Nonton?
KUNINGANSATU.COM,- Rencana uji coba Car Free Night (CFN) di kawasan pertokoan Jalan Siliwangi tak hanya disambut harapan, tetapi juga kritik dari para pelaku usaha. Dalam wawancara langsung pada Selasa malam (3/3/2026), Iwan Kurniawan, salah satu penyewa ruko di Pertokoan Siliwangi, secara terbuka mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah.
Menurut Iwan, selama ini perhatian pemerintah dinilai lebih banyak tertuju kepada pedagang kaki lima (PKL), sementara penghuni pertokoan justru merasa kurang diperhatikan.
“Kenapa kaki lima terus yang dimanjakan? Kenapa pertokoan Siliwangi tidak diperhatikan?” ujar Iwan.
Ia memaparkan, PKL telah mendapatkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan tempat hingga pemberian stimulan anggaran. Bahkan, menurutnya, ke depan mereka juga akan difasilitasi untuk beraktivitas di kawasan pertokoan Siliwangi.
“Kaki lima, tempat disediakan. Anggaran stimulan diberikan. Next difasilitasi di pertokoan Siliwangi. Kalau penghuni pertokoan Siliwangi apa?” tegasnya.
Iwan menegaskan, para penyewa ruko juga merupakan bagian dari pelaku ekonomi resmi sekaligus penyumbang PAD yang memiliki kewajiban rutin, seperti membayar sewa, pajak, dan biaya operasional.
Namun hingga kini, persoalan mendasar seperti ketersediaan parkir di depan pertokoan belum mendapatkan solusi konkret.
“Yang kita butuhkan itu parkir di depan pertokoan Siliwangi. Itu dulu dibenahi. Kalau akses mudah, orang juga mau datang,” katanya.
Ia juga menyinggung revitalisasi kawasan Siliwangi yang telah berjalan sekitar tiga tahun, namun menurutnya belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas perdagangan.
“Sudah tiga tahun, tapi belum dirasakan efektifnya. Belum sampai ke situ,” ungkapnya.
Meski demikian, Iwan mengaku tidak menolak keberadaan PKL. Ia justru berharap ada kebijakan yang adil dan berimbang agar seluruh pelaku usaha dapat tumbuh bersama.
“Kita tidak masalah PKL difasilitasi. Tapi pertokoan juga harus diperhatikan. Jangan sampai kami merasa ditinggalkan,” pungkasnya.
Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog yang lebih luas sebelum kebijakan Car Free Night diterapkan secara permanen, sehingga kepentingan PKL dan penghuni pertokoan dapat berjalan seiring dalam menghidupkan kembali kawasan Siliwangi.***
















