Blak-blakan! Forum Mitra MBG Sebut Program Ini Bisa Putar Ekonomi Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Forum Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan maupun para mitra penyedia layanan, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Mitra MBG Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnedi, usai mengikuti audiensi bersama DPRD Kabupaten Kuningan, Senin (29/6/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan, H. Udin membantah anggapan bahwa audiensi tersebut digelar sebagai respons atas aksi penolakan terhadap Program MBG yang sempat mencuat di tengah masyarakat.

“Nggak ada, nggak ada. Kita nggak ada kaitan antara tandingan penolakan MBG atau apa. Cuman kita ingin memberikan pemahaman kepada DPRD juga bahwa MBG ini manfaatnya luar biasa,” ujarnya.

Menurut H. Udin, manfaat program MBG jauh melampaui penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Program yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor usaha lokal, khususnya penyedia bahan pangan.

Ia menjelaskan, apabila seluruh 173 dapur MBG yang direncanakan di Kabupaten Kuningan telah beroperasi, kebutuhan bahan pangan akan mencapai sekitar 60.550 kilogram. Kondisi tersebut diyakini membuka peluang usaha bagi petani, peternak, pedagang hingga pelaku UMKM di daerah.

“Dari 173 dapur yang sudah ada di Kabupaten Kuningan, kita kalikan saja 350 kilogram kebutuhan, itu sekitar 60.550 kilogram kebutuhan yang harus disediakan untuk menyuplai ke dapur-dapur yang ada hanya di Kabupaten Kuningan,” katanya.

Melalui audiensi tersebut, Forum Mitra MBG juga mengajak DPRD Kabupaten Kuningan untuk memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program. Sebab, selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, MBG dinilai mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran.

“Mari kita sama-sama melakukan kegiatan ini untuk kepentingan siapa? Bukan hanya kami para mitra, tapi masyarakat juga bisa berproduksi,” ucap H. Udin.

Ia menegaskan, langkah Forum Mitra MBG murni dilandasi rasa tanggung jawab sebagai mitra pelaksana, bukan karena adanya instruksi dari pemerintah pusat.

“Kita hanya sebatas rasa tanggung jawab kita. Kita ini sebagai mitra ada rasa tanggung jawab, ada kepedulian bahwa bagaimana keberlangsungan MBG ini ke depan bisa berjalan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Forum Mitra MBG juga meminta DPRD Kabupaten Kuningan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. Pasalnya, Program MBG merupakan program nasional yang seluruh pembiayaannya bersumber dari APBN sehingga kewenangan kebijakan berada di pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

“MBG ini bukan program daerah, tidak menggunakan APBD, tapi ini adalah PSN menggunakan APBN. Semua keputusan adanya di pusat. Kita meminta kepada DPRD agar disampaikan bahwa manfaat MBG ini sangat besar untuk ekonomi, pengangguran, sosial, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai kritik terkait pelaksanaan Program MBG, termasuk isu dominasi supplier besar dan minimnya keterlibatan UMKM, H. Udin mengatakan saat ini program tersebut tengah memasuki tahap evaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan di masa mendatang.

Ia mengaku memperoleh informasi dari Wakil Korwil SPPI bahwa penghentian sementara pelaksanaan MBG merupakan bagian dari proses evaluasi agar pelaksanaan berikutnya dapat berjalan lebih optimal.

“MBG sendiri sedang melakukan evaluasi sehingga dalam pelaksanaan program MBG ke depan akan lebih baik dan lebih sempurna,” katanya.

H. Udin juga membantah anggapan bahwa keuntungan program hanya dinikmati perusahaan atau pemasok berskala besar. Ia memastikan seluruh mitra tetap membeli bahan baku dari masyarakat serta pelaku UMKM di wilayah masing-masing.

“Saya jamin, saya pastikan bahwa mitra ini membeli semua bahan baku dari UMKM. Tidak ada yang dibawa dari rumahnya atau dari pabriknya. Semua beli dari masyarakat,” tegasnya.

Melalui penjelasan tersebut, Forum Mitra MBG berharap masyarakat dapat melihat Program Makan Bergizi Gratis secara lebih menyeluruh. Selain meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat, program ini dinilai mampu menghidupkan rantai ekonomi lokal melalui meningkatnya permintaan terhadap berbagai komoditas pangan yang diproduksi masyarakat.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup