UBHI Bersiap Cetak Dokter Gigi Masa Depan, Kemenkes RI Turun Langsung Lakukan Visitasi

KUNINGANSATU.COM – Upaya percepatan pemenuhan sumber daya manusia kesehatan di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya melalui pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan dokter gigi di berbagai daerah.

Komitmen tersebut terlihat saat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan visitasi lapangan ke kampus Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) Jl. Cideng Jaya No. 301, Kertawinangun, Cirebon dalam rangka asesmen kesiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi, Senin (13/7/2026).

Kunjungan tim dari Direktorat Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes RI ini menjadi tahapan penting dalam proses evaluasi dan verifikasi sebelum izin operasional fakultas diterbitkan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plh Bupati Kabupaten Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, SE, Plh Rektor UBHI Cecep Heriana, SKM., MPH., Ph.D, Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan Prof. Dr. Hj. Dewi Laelatul Badriah, M.Kes., AIFO, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes RI Anna Kurniati, SKM., MA., Ph.D, serta pimpinan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad).

Turut hadir Dekan FKG Unpad Prof. Dr. Sri Susilawati, drg., M.Kes, Dekan FKG UBHI Prof. Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes, Direktur RSD Gunung Jati Cirebon dr. Katibi, M.K.M, para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan, serta para Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) wilayah Ciayumajakuning.

Dalam proses pendirian FKG tersebut, UBHI mendapatkan pendampingan akademik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, tata kelola hingga standar pembelajaran, berjalan sesuai ketentuan pendidikan kedokteran gigi nasional.

Plh Rektor UBHI Cecep Heriana menegaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran Gigi bukan semata penambahan program studi baru, melainkan bagian dari upaya menjawab kebutuhan tenaga dokter gigi yang masih cukup tinggi di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat bagian timur.

“Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Bhakti Husada Indonesia bukan sekadar perluasan program studi atau ekspansi institusional. Ini merupakan manifestasi dari visi besar kami untuk menjawab tantangan nyata kelangkaan tenaga medis gigi di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat bagian timur dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurut Cecep, mencetak dokter gigi yang kompeten membutuhkan ekosistem pendidikan yang tidak dapat ditawar dari sisi mutu. Karena itu, UBHI telah mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari laboratorium modern, ruang pembelajaran berbasis teknologi informasi hingga jaringan rumah sakit dan klinik mitra sebagai wahana pendidikan klinis mahasiswa.

“Dengan pendampingan intensif dari FKG Unpad serta dukungan fasilitas klinis dari RSD Gunung Jati dan klinik jejaring, kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, terampil, dan memiliki empati tinggi dalam melayani masyarakat,” katanya.

Dukungan terhadap pembukaan FKG UBHI juga datang dari Pemerintah Kabupaten Cirebon. Plh Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menilai kehadiran fakultas tersebut akan memberikan dampak strategis terhadap pembangunan daerah, khususnya pada sektor kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kehadiran FKG UBHI tidak hanya akan memperkuat akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadikan Cirebon sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan dan inovasi kesehatan di Jawa Barat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan institusi pendidikan kedokteran juga memiliki efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

Sementara itu, Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes RI Anna Kurniati mengatakan transformasi SDM kesehatan saat ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah, terutama dalam aspek pemenuhan, pemerataan dan peningkatan mutu tenaga kesehatan.

Menurutnya, visitasi lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh instrumen pendidikan yang dipersyaratkan telah tersedia dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Kami memberikan apresiasi atas keseriusan UBHI dalam mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi ini. Visitasi dilakukan untuk memvalidasi kesiapan institusi, mulai dari rasio dosen, kurikulum, sarana pendidikan hingga kesiapan wahana praktik klinis,” ujarnya.

Anna menambahkan, pendampingan dari FKG Unpad menjadi modal penting bagi UBHI dalam membangun sistem pendidikan yang mampu melahirkan dokter gigi yang kompeten, berkualitas, dan siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Usai sesi pemaparan dan presentasi borang kesiapan, tim visitasi Kemenkes RI melanjutkan agenda dengan meninjau langsung berbagai fasilitas yang telah disiapkan UBHI.

Beberapa fasilitas yang menjadi objek penilaian antara lain laboratorium pre-klinis dan skill laboratory, termasuk kelayakan penggunaan phantom atau manekin simulasi gigi sebagai sarana pembelajaran praktik mahasiswa.

Tim juga mengevaluasi ruang kuliah, ruang diskusi tutorial, serta fasilitas pembelajaran berbasis teknologi informasi yang akan mendukung sistem pendidikan interaktif dan kolaboratif.

Selain itu, kesiapan wahana praktik profesi turut menjadi perhatian utama, termasuk kerja sama dengan RSD Gunung Jati Cirebon sebagai rumah sakit pendidikan utama serta sejumlah klinik jejaring yang akan digunakan pada tahap pendidikan profesi dokter gigi.

Seluruh rangkaian visitasi berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi diskusi panel antara tim asesor dan pihak UBHI guna merumuskan sejumlah rekomendasi strategis sebagai bahan penyempurnaan sebelum izin operasional resmi diterbitkan.

UBHI menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh masukan yang diberikan tim visitasi agar Fakultas Kedokteran Gigi dapat segera membuka penerimaan mahasiswa baru dan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dokter gigi di Indonesia, khususnya di wilayah Ciayumajakuning dan Jawa Barat.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup