Parkir, Rute Konvoi hingga Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan, Bobotoh Dihimbau Tak Pakai Knalpot ‘Wadeded’
KUNINGANSATU.COM,- Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan mulai mematangkan persiapan pengamanan kegiatan nonton bareng (nobar) dan konvoi Bobotoh yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/5/2026). Sejumlah rekayasa lalu lintas hingga kantong parkir telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga keamanan masyarakat.
Kasatlantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon mengatakan, hingga Kamis (21/5/2026), jadwal kegiatan masih belum mengalami perubahan. Pihaknya pun telah melakukan survei langsung ke lokasi nobar di kawasan Parama Marta bersama jajaran kepolisian lainnya.
“Kami tadi siang bersama KBO dan Kanit Turjawali sudah survei ke lokasi. Kantong-kantong parkir sudah kami cek, baik untuk roda dua maupun roda empat. Rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan,” ujar Aktuin saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (21/5/2026).
Selain pengamanan di lokasi nobar, Satlantas juga telah menyiapkan rute konvoi bagi Bobotoh usai acara berlangsung. Rute tersebut dimulai dari depan Pendopo Kuningan, melintasi Jalan Siliwangi, kawasan Pasar Darurat, menuju Jalan Soekarno-Hatta depan Kuningan Islamic Center (KIC), lalu melewati jalan baru hingga berakhir di Terminal Kertawangunan.
Menurutnya, Terminal Kertawangunan nantinya akan menjadi titik akhir konvoi sekaligus lokasi pembubaran massa secara tertib.
“Sudah kami sampaikan juga kepada perwakilan Bobotoh, ketika sampai di Terminal Kertawangunan silakan membubarkan diri dengan tertib,” katanya.
Aktuin menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas nantinya bersifat sementara dan situasional, tergantung panjang iring-iringan kendaraan saat konvoi berlangsung. Selama kegiatan nobar berlangsung, arus lalu lintas disebut masih berjalan normal.
“Nanti ketika konvoi berjalan, baru dilakukan pengalihan arus secara situasional. Masyarakat kami imbau bisa menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Satlantas Polres Kuningan juga akan menyebarkan informasi terkait titik pengalihan arus, lokasi parkir, serta peta rekayasa lalu lintas melalui media sosial agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi.
Dalam kesempatan tersebut, Aktuin turut mengingatkan para Bobotoh agar tidak membawa barang-barang terlarang saat nobar maupun konvoi. Ia menegaskan larangan membawa senjata tajam, minuman keras, obat-obatan berbahaya, hingga flare yang dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Kalau bisa flare juga tidak usah digunakan karena asapnya bisa mengganggu, apalagi ada ibu hamil dan anak kecil,” ucapnya.
Ia juga meminta peserta konvoi tetap mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm, tidak memakai knalpot brong, serta tidak melakukan aksi berlebihan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain.
“Silakan merayakan dengan tertib. Pengguna jalan bukan hanya Bobotoh saja, mungkin ada masyarakat yang sedang dalam kondisi darurat atau hendak ke rumah sakit. Keselamatan tetap yang utama,” pungkasnya.
















