Jaga Kuningan Tetap Kondusif, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini dan Pendidikan Politik
KUNINGANSATU.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas daerah, memperkuat persatuan masyarakat, hingga membangun demokrasi yang sejuk di tengah dinamika sosial dan perkembangan arus informasi digital yang semakin cepat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kuningan, H. Muhammad Mutofid melalui Sekretaris Badan, M. Khadafi Mufti mengatakan, Bakesbangpol memiliki peran penting sebagai unsur penunjang pemerintah daerah dalam urusan kesatuan bangsa dan politik.
Menurutnya, di tahun 2026 Bakesbangpol akan memprioritaskan penguatan kondusivitas daerah melalui peningkatan kewaspadaan dini, deteksi potensi konflik sosial, hingga membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
“Bakesbangpol hadir menjadi garda dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah melalui penguatan kewaspadaan dini, deteksi potensi konflik sosial serta membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya daerah yang aman, damai dan kondusif,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Selain menjaga stabilitas, Bakesbangpol juga terus mendorong penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan politik, khususnya bagi generasi muda. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan Paskibraka hingga sosialisasi P4GN ke sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Khadafi menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan dinamika sosial saat ini.
“Generasi muda harus memiliki rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi Pancasila dan mampu menjaga persatuan dalam keberagaman,” katanya.
Ia menyebut kondisi sosial masyarakat Kabupaten Kuningan sejauh ini masih tergolong harmonis. Keberagaman suku, budaya dan agama dinilai mampu hidup berdampingan dengan semangat toleransi yang cukup kuat.
Menurutnya, kehidupan masyarakat lintas agama di Kabupaten Kuningan juga berjalan baik berkat peran pemerintah daerah, tokoh agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terus menjaga komunikasi dan dialog lintas keyakinan.
“Keberagaman di Kabupaten Kuningan justru menjadi kekuatan sosial dalam menjaga kondusivitas daerah,” ucapnya.
Meski demikian, Bakesbangpol mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi bersama, salah satunya penyebaran hoaks dan isu provokatif di media sosial yang berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
“Masyarakat jangan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan saring sebelum sharing,” katanya.
Selain persoalan informasi digital, Bakesbangpol juga menyoroti pentingnya membangun iklim daerah yang aman dan positif guna menarik investasi masuk ke Kabupaten Kuningan. Hal itu dinilai penting untuk membuka lapangan pekerjaan, menekan angka pengangguran serta meningkatkan pendapatan daerah.
“Kuningan membutuhkan banyak investasi agar dapat menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini membutuhkan dukungan semua pihak,” ujarnya.
Menjelang berbagai agenda politik ke depan, Bakesbangpol memastikan koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat hingga insan pers terus diperkuat guna menjaga suasana tetap aman dan kondusif.
Menurut Khadafi, nilai-nilai budaya Sunda seperti silih asih, silih asah dan silih asuh menjadi pondasi penting dalam menjaga persatuan di tengah dinamika politik yang berkembang.
“Kita harus menjaga Kabupaten Kuningan tetap aman, damai dan harmonis. Semua persoalan harus diselesaikan dengan kepala dingin dan semangat musyawarah,” pungkasnya.***
















