Kuningan Kembali Nahkodai KUNCI BERSAMA, Bupati Dian: Saatnya Bergerak Bersama Tanpa Sekat!

KUNINGANSATU.COM,- Kabupaten Kuningan kembali menegaskan perannya sebagai motor kolaborasi lintas daerah di Jawa Barat. Melalui kepemimpinan Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Kuningan resmi dipercaya lagi memimpin KUNCI BERSAMA (Kerja Sama Wilayah Ciamis, Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Tasikmalaya, Banjar, dan Kota Tasikmalaya).
Momentum tersebut ditandai dalam pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Kreativitas (Porsenitas) KUNCI BERSAMA ke-XII yang digelar di Alun-alun Kabupaten Indramayu, Selasa (7/10/2025) malam.
Dalam acara yang dihadiri seluruh kepala daerah anggota KUNCI BERSAMA itu, Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah atas penyelenggaraan yang meriah dan penuh semangat kebersamaan. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga spirit awal pembentukan KUNCI BERSAMA sejak 2011.
“Kita bersepakat untuk berkolaborasi karena dengan kebersamaan akan memiliki akselerasi membangun kawasan yang lebih baik. Kemenangan sejati bukan hanya ketika meraih medali, tetapi ketika mampu mengalahkan ego dan kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Bupati Dian menilai, keberlanjutan KUNCI BERSAMA merupakan bukti nyata bahwa daerah-daerah di wilayah perbatasan Jawa Barat mampu membangun model kerja sama yang solid dan berorientasi pada kemajuan bersama. Ia menyebut kolaborasi ini penting untuk memperkuat ketahanan wilayah di bidang ekonomi, budaya, dan tata kelola pemerintahan.
“Kemenangan bersama jauh lebih mulia daripada kemenangan sendiri. KUNCI BERSAMA bukan hanya forum formal, tetapi ruang untuk membangun masa depan regional yang lebih berdaya,” tambahnya.
Kepala Biro Otonomi Daerah Provinsi Jawa Barat yang hadir mewakili Gubernur menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Bupati Kuningan sebagai Ketua KUNCI BERSAMA. Ia menilai keberlanjutan kepemimpinan tersebut akan menjaga konsistensi arah kerja sama antar daerah.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengaku bangga dipercaya menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Menurutnya, kegiatan Porsenitas bukan sekadar pertandingan olahraga dan seni, melainkan wadah pertukaran gagasan lintas kabupaten/kota.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memupuk sportivitas, tapi juga memperkuat kerja sama antar daerah dalam isu strategis seperti pangan, ekonomi kreatif, dan lingkungan,” katanya.
Tahun ini, Kabupaten Kuningan menurunkan 83 atlet dan 48 pelatih/manajer dalam berbagai cabang olahraga, kesenian, serta pameran produk unggulan daerah.
Kehadiran kontingen Kuningan sekaligus mempertegas komitmen daerah tersebut sebagai penggerak utama sinergi regional Jawa Barat bagian timur dan utara.***
















