Resmi Mengabdi di Linggasana, KKN UNISA Siap Ubah Potensi Desa Jadi Kekuatan Ekonomi

KUNINGANSATU.COM, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan Tahun 2026 resmi diterima Pemerintah Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Senin (3/8/2026). Momentum tersebut menjadi awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menghadirkan program pemberdayaan yang diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Prosesi penerimaan berlangsung di Kantor Desa Linggasana dan dihadiri Kepala Desa Linggasana Hj. Henny Rosdiana, S.H., S.Sos., M.Si., N.LP., beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Risna Nurlia, S.K.M., M.K.M., serta seluruh mahasiswa peserta KKN Kelompok 5.

Dalam sambutannya, Ketua KKN Kelompok 5, Ozan Fauzan, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Desa Linggasana. Ia mengatakan, KKN bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar langsung bersama masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif melalui berbagai program kerja yang telah disusun sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Risna Nurlia, menjelaskan bahwa KKN UNISA Tahun 2026 mengusung tema “KKN UNISA Berdampak”. Tema tersebut diwujudkan melalui empat pilar utama, yakni Pengembangan Produk Unggulan Desa (One Village One Product/OVOP), Rekayasa Sosial (Socio Engineering), Siklus Ekonomi Berkelanjutan, serta Percepatan Penurunan Stunting.

Menurutnya, seluruh program yang dijalankan mahasiswa diarahkan agar mampu memberikan dampak jangka panjang dan mendorong pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Linggasana Hj. Henny Rosdiana menegaskan bahwa mahasiswa yang melaksanakan KKN tengah mengemban amanah pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian tersebut, kata dia, diwujudkan melalui pelayanan, pemberian solusi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan desa.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat merupakan bekal penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang perkuliahan.

“Mahasiswa harus menjadi akademisi yang mandiri, berani, serta memiliki pendirian yang kuat dalam mempertahankan prinsip kebenaran,” tegasnya.

Melalui kegiatan penerimaan tersebut, Pemerintah Desa Linggasana dan Universitas Islam Al-Ihya Kuningan berharap terjalin sinergi yang kuat selama pelaksanaan KKN. Seluruh program kerja yang akan dilaksanakan diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat potensi desa, serta meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup