Kado Istimewa HUT Kuningan Gagal Bayar 100 % Selesai, Uha: Bupati Dian Cumlaude “Man Of The Year”
Menurutnya, jarang ada kepala daerah yang berani menjadikan hutang Tunda Bayar sebagai prioritas utama. Sebagian besar cenderung menghindari isu ini karena dianggap sensitif. Namun, Bupati Dian memilih jalan yang berisiko demi menegakkan keadilan bagi para penyedia yang sudah bekerja.
“Beliau berani mengangkat isu yang selama ini dianggap tabu, lalu menjadikannya agenda utama. Itu bukan hal kecil. Dibutuhkan nyali, komitmen, dan keteguhan hati untuk melakukannya,” kata Uha. Ia menilai langkah itu menandai kepemimpinan yang visioner. Bentuk perwujudan program Ajeg Timbangan yaitu adanya keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang terjaga, tepat sasaran dan berimbang.
Selain keberanian, Dian dinilai memiliki insting yang tepat dalam memilih orang-orang untuk menempati jabatan strategis. Menempatkan Deden Kurniawan Sopandi sebagai Kepala BPKAD disebut sebagai keputusan yang jitu. Menurut Uha, pilihan itu membuat manajemen keuangan daerah lebih tertata.
“Keputusan ini membuktikan, kepemimpinan Bupati Dian bukan sekadar formalitas. Beliau tahu siapa yang bisa bekerja, lalu memberikan kepercayaan. Itu ciri pemimpin yang layak disebut negarawan,” tambahnya.
Peran Strategis BPKAD Kuningan
Dalam kesempatan yang sama, Uha juga menyoroti peran kolektif BPKAD yang solid. Dengan para staf berlatar belakang pengalaman panjang di birokrasi, ibarat dokter specialis bisa memberikan resep tepat prognosis keuangan daerah sehingga dapat memproyeksikan kinerja keuangan melalui pengambilan keputusan dan menjalankan strategi yang tepat sasaran. Mereka tidak hanya mengelola angka-angka, tetapi juga membangun kepercayaan di tengah masyarakat dan penyedia jasa.
BPKAD Kuningan telah menunjukkan kinerja yang luar biasa. Skema efisiensi pengeluaran dan percepatan PAD yang dijalankan berhasil mempercepat pembayaran Tunda Bayar dari semula direncanakan baru bisa beres pada akhir bulan Desember tanpa harus menunggu realisasi pinjaman jangka menengah. Hal ini menjadi bukti kecerdikan dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas.
Keberhasilan ini tentu tidak bisa dilepaskan dari peran Kepala BPKAD sebagai motor penggerak. Tapi di balik itu, ada sosok Bupati Dian yang mampu membaca situasi dan menempatkan orang yang tepat. Kombinasi keduanya melahirkan capaian gemilang hari ini,” ungkapnya.
















