Beberapa Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-527 Dibatalkan, Bagaimana Nasib Tour de Linggarjati?

KUNINGANSATU.COM,- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan agar kepala daerah menunda perjalanan luar negeri dan tidak menggelar acara berlebihan di tengah situasi nasional yang dinilai masih sensitif. Instruksi ini disampaikan Tito dalam rapat koordinasi virtual pada Sabtu (30/8/2025) sebagai langkah meredam keresahan publik dan menjaga stabilitas sosial di daerah.

Arahan tersebut bersamaan dengan agenda besar yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kuningan, yakni Tour de Linggarjati (TdL) ke-8. Ajang balap sepeda bertaraf internasional yang akan digelar tanggal 13 September mendatang itu setiap tahun menjadi ikon sport tourism Kuningan, dengan harapan meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.

Namun, di sisi lain, publik mulai mempertanyakan konsistensi Pemkab Kuningan dalam menyikapi arahan pemerintah pusat. Pasalnya, sebagian besar rangkaian kegiatan Hari Jadi Kuningan ke-527 tahun ini justru dibatalkan, mulai dari rapat paripurna istimewa, karnaval, hingga hiburan rakyat. Jika acara utama HUT daerah ditiadakan demi alasan kesederhanaan dan kondusivitas, maka wajar bila Tour de Linggarjati pun sebaiknya dievaluasi ulang.

Instruksi Tito secara tidak langsung memberi sinyal agar pemerintah daerah lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas. Acara besar seperti Tour de Linggarjati dikhawatirkan menimbulkan kesan berlebihan di saat masyarakat diminta hidup sederhana terlebih saat ini tensi masyarakat belum benar-benar reda. Selain itu, risiko keamanan, pembiayaan, dan sensitivitas sosial juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan agar jangan sampai menimbulkan kesan kesenjangan di masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai, bila pun Tour de Linggarjati tetap digelar, formatnya harus dikaji ulang. Event bisa diarahkan lebih sederhana, menekankan nilai sportivitas dan promosi budaya tanpa menampilkan kemewahan. Dengan demikian, kegiatan tetap memberi manfaat ekonomi bagi warga tanpa menimbulkan polemik di tengah kondisi nasional yang sedang membutuhkan ketenangan sosial.

Mengenai hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, SE ketika dimintai tanggapan usai demonstrasi ratusan masyarakat di depan Gedung DPRD kemarin, Minggu (31/8/2025) mengatakan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada Bupati dan akhirnya dilaksanakan bahwa ada beberapa kegiatan yang dibatalkan.

Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy
Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy

“Saya mendesak kepada Bupati supaya kegiatan-kegiatan yang bersifat hura-hura atau bernuansa pesta itu dihilangkan. Salah satu contoh misalnya konser kotak itu ditiadakan, kemudian juga rencana kirab, kalaupun besok jadi, itu tidak ada kirab lah,” kata Nuzul Rachdy kepada media.

Ketika disinggung tentang gelaran TDL yang sampai saat ini masih terjadwal, politisi asal PDI-P ini hanya mengatakan bahwa TDL merupakan kegiatan yang sudah menjadi ikon Kuningan sekaligus sebagai sarana mengenalkan pariwisata.

“TDL itu tidak membebani APBD melainkan menggunakan dana sponsor yang diantaranya Pak Andi Gani yang memberikan support dan beberapa sponsor lainnya,” katanya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup