PAN Kuningan Era H. Udin Kusnedi, Partai Modern dengan Napas Kerakyatan
KUNINGANSATU.COM – Di tengah perubahan wajah politik yang semakin dinamis, sosok Udin Kusnedi memilih tetap berpijak pada hal yang paling sederhana, mendengar masyarakat secara langsung. Bagi H. Udin Kusnedi, politik bukan semata ruang perebutan kekuasaan, melainkan jalan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga, terutama mereka yang hidup dari tanah dan hasil pertanian.
Sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan, H. Udin kini membawa arah pandang baru bagi partai berlambang matahari putih itu. Ia ingin PAN Kuningan tumbuh sebagai partai yang lebih modern, terbuka terhadap perkembangan zaman, tetapi tetap memiliki akar kuat di tengah masyarakat bawah.
Menurutnya, tantangan politik hari ini tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu. Kehadiran teknologi digital, perubahan pola komunikasi masyarakat, hingga tumbuhnya generasi muda yang kritis menuntut partai politik untuk ikut berubah.
“Partai politik tidak boleh tertinggal oleh zaman. PAN harus menjadi rumah yang terbuka, modern, dan mampu mengikuti perkembangan masyarakat hari ini, terutama anak-anak muda yang punya banyak gagasan,” ujar H. Udin Kusnedi ketika berbincang dengan kuningansatu.com, Kamis (21/5/2026).
Meski mendorong modernisasi partai, H. Udin menegaskan PAN Kuningan tidak boleh kehilangan identitas kerakyatannya. Ia menilai politik yang terlalu elitis justru akan menjauhkan partai dari kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.
Karena itu, ia ingin kader PAN tetap aktif hadir di tengah warga, mendengar persoalan secara langsung, dan tidak hanya muncul ketika momentum politik datang.
“Politik itu harus membumi. Kader jangan hanya hadir saat pemilu, tetapi harus terus ada bersama masyarakat, memahami persoalan mereka, dan ikut mencarikan solusi,” katanya.
Salah satu perhatian terbesar H. Udin adalah sektor pertanian. Bagi dirinya, Kuningan memiliki identitas kuat sebagai daerah agraris yang kehidupannya bertumpu pada para petani. Karena itu, kesejahteraan petani menurutnya harus menjadi agenda penting yang terus diperjuangkan.
Dalam berbagai kesempatan, H. Udin kerap menyoroti persoalan yang dihadapi petani, mulai dari kebutuhan pupuk, biaya produksi yang terus meningkat, hingga persoalan harga hasil panen yang sering tidak stabil.
“Petani adalah kekuatan ekonomi daerah. Kalau petaninya kuat, desa akan bergerak dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Jadi perhatian kepada petani itu bukan sekadar program, tetapi kebutuhan,” tuturnya.
Ia juga mendorong agar produk pertanian lokal Kuningan memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu berkembang tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga lebih luas. Menurutnya, potensi pertanian Kuningan sangat besar apabila dikelola dengan serius dan didukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Selain fokus pada pertanian, H. Udin ingin PAN Kuningan menjadi ruang lahirnya kader-kader muda yang progresif. Ia menilai regenerasi politik menjadi hal penting agar partai tidak kehilangan energi baru dalam menghadapi perubahan zaman.
“Anak muda harus diberi ruang untuk tumbuh. Mereka punya cara pandang baru, kreativitas, dan semangat yang penting untuk masa depan partai,” ungkapnya.
Di balik gaya komunikasinya yang tenang dan sederhana, H. Udin dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga hubungan dengan masyarakat. Ia lebih memilih turun langsung melihat kondisi lapangan dibanding hanya menerima laporan di ruang formal.
Baginya, kedekatan dengan masyarakat adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan politik. Sebab pada akhirnya, menurut H. Udin, keberadaan partai harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kita ingin PAN hadir bukan hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.***
















