Wabup Kuningan Ajak Mahasiswa Jaga Kelestarian Gunung Ciremai di Forum Ngopda HMI
KUNINGANSATU.COM,- Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menghadiri forum diskusi Ngobrol Perkara Daerah (Ngopda) yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan periode 2025–2026 di kawasan Warung Kuliner depan Universitas Kuningan, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung santai di warung kopi tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan strategis daerah. Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Gunung Ciremai.
Dalam pemaparannya, Wakil Bupati menekankan bahwa Gunung Ciremai memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat Kuningan. Selain menjadi kawasan konservasi, gunung tertinggi di Jawa Barat itu juga berfungsi sebagai sumber mata air, penyangga ekosistem, sekaligus potensi wisata alam yang perlu dijaga bersama.
Menurutnya, sebagian besar kawasan Gunung Ciremai berada di wilayah Kabupaten Kuningan sehingga tanggung jawab menjaga kelestariannya tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Kelestarian alam Kuningan harus menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, komitmen menjaga lingkungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah Kuningan MELESAT yang menekankan keseimbangan antara kemajuan daerah dan kelestarian alam.
Meski demikian, ia mengakui bahwa menjaga kawasan konservasi bukan perkara mudah. Ancaman seperti alih fungsi lahan serta kurangnya kesadaran terhadap pentingnya konservasi jangka panjang masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Karena itu, forum diskusi seperti Ngopda dinilai penting sebagai wadah bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dalam merumuskan langkah-langkah nyata menjaga lingkungan sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
















