Wabup Kuningan Tegas Bantah Isu Keluarga Kuasai Program MBG
KUNINGANSATU.COM,- Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn, menegaskan bahwa isu yang menyebut keluarganya menguasai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan tidak benar. Pernyataan tegas itu disampaikan Tuti dalam kesempatan klarifikasi resmi menanggapi informasi yang beredar di masyarakat.
“Ada informasi bahwa keluarga Wabup diduga menguasai program MBG, itu tidak benar. Tidak benar itu. Mungkin kalau saya memiliki ini, mungkin semua sudah tahu. Itu ibaratnya saya bunuh diri ya, Pak,” ujar Tuti menepis tudingan tersebut, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, keterlibatan dirinya dalam program MBG murni bertujuan membantu agar program prioritas Presiden itu berjalan baik di daerah. Ia menegaskan, tidak ada kepentingan pribadi maupun keluarga dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
“Saya hanya membantu bagaimana Kabupaten Kuningan untuk program MBG-nya berjalan. Ketika banyak keluhan bahwa itu tidak bisa masuk di aplikasi, itu saja yang mereka minta tolong ke saya. Dan itu pun sulit juga untuk saya tembus ke atas,” jelasnya.
Menanggapi kabar bahwa Kepala Badan Gizi memiliki hubungan keluarga dengannya, Tuti tidak menampik hal tersebut. Namun ia menegaskan, hubungan keluarga tidak berarti ada intervensi atau kendali dalam pelaksanaan program.
“Kepala Badan Gizi itu memang sepupu dari suami saya. Tapi tidak mudah juga bagi kami untuk, ibaratnya, melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga meluruskan isu yang menyebut Wabup memiliki 19 titik dapur MBG. Menurut Tuti, informasi itu keliru karena tidak satupun dapur MBG dimiliki olehnya di Kabupaten Kuningan.
“Waduh, 19? Satupun tidak ada,” tegasnya sambil menyebut kabar tersebut sebagai hoaks.
Di akhir penjelasannya, Wakil Bupati Kuningan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program pemerintah pusat yang berpihak pada masyarakat.
“Saya hanya ingin memastikan program prioritas dari Bapak Presiden Prabowo Subianto ini bisa jalan di Kabupaten Kuningan, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” tutupnya.***
















