Terpisah 34 Tahun, Wanita Ini Cari Orang Tua Kandungnya yang Disebut Berasal dari Kuningan dan Majalengka

KUNINGANSATU.COM – Sebuah postingan dari akun Instagram @mencariorangtuakandung pada Senin (25/5/2026) mendadak viral dan menyita perhatian publik di media sosial. Postingan tersebut berisi kisah haru seorang wanita bernama Risa Rahma Eliza yang tengah mencari orang tua kandungnya setelah terpisah sejak lahir selama puluhan tahun.

Kisah itu menarik simpati banyak warganet karena menceritakan perjalanan hidup Risa yang sejak bayi diadopsi oleh keluarga lain. Dalam postingan tersebut juga diceritakan bagaimana sebuah boneka panda cokelat menjadi satu-satunya peninggalan sekaligus saksi bisu kasih sayang dari orang tua kandungnya.

Pencarian identitas itu kini menjadi perhatian publik, terlebih karena sejumlah petunjuk penting dan saksi yang mengetahui kisah tersebut disebut sudah tidak ada. Berikut isi postingan yang diunggah akun Instagram tersebut:

“Terputus sejak lahir, boneka panda cokelat ini menjadi satu-satunya saksi bisu kasih sayang yang tersisa.

Risa Rahma Eliza, seorang wanita kelahiran Manonjaya, Tasikmalaya pada 19 Februari 1992, kini sedang berjuang mengumpulkan kepingan identitasnya yang hilang selama 34 tahun.

Kisah Risa bermula dari situasi darurat ketika orang tua kandungnya sedang melintas di Desa Pasir Panjang. Risa akhirnya lahir di rumah Pak Kuwu (Kepala Desa) setempat.

Karena usia yang masih sangat belia dan tanpa ikatan pernikahan, kedua orang tua kandungnya menyerahkan sang bayi kepada warga desa hingga akhirnya diadopsi oleh pasangan Yati Sumiarti dan Mamat Rahmat, pemilik pabrik kerupuk kulit dan kue bolu Agosari/Purbasari.

Di masa kecilnya, orang tua kandung Risa sebenarnya sempat datang berkunjung beberapa kali dan meninggalkan sebuah boneka panda berwarna cokelat. Namun, kunjungan itu terhenti total setelah adanya pembatasan akses dari pihak keluarga asuh.

Risa baru mengetahui status adopsinya saat kelas 4 SD, namun memilih menyimpannya demi menjaga perasaan orang tua asuhnya hingga mereka berdua wafat pada 2017 dan 2019.

Kini, saksi-saksi kunci seperti staf desa dan Pak Kades telah tiada, bahkan buku besar pernikahan tahun 1992 di KUA Manonjaya pun dinyatakan hilang. Namun, harapan tidak pernah padam.

Berdasarkan ingatan keluarga asuh, muncul dua nama yang diduga kuat sebagai orang tua kandungnya:

Ayah kandung: Asep Suhenda alias Asep Emon. Memiliki ciri fisik berbadan tinggi dan rambut keriting (sama seperti rambut Risa).

Ibu kandung: Nia Kurniasih. Memiliki perawakan kecil dan konon berasal dari daerah Kuningan atau Majalengka.

Bagi siapa pun Anda, atau kerabat yang mungkin mengenali nama Asep Suhenda (Asep Emon) dan Nia Kurniasih yang pernah berada di sekitar Manonjaya, Kuningan, atau Majalengka pada periode tahun 1991 hingga 1992, mohon hubungi kami.

Informasi sekecil apa pun dari Anda akan sangat berarti untuk mengantarkan Risa pulang ke akar identitasnya.

Mari bantu sebarkan postingan ini.

Hubungi kami melalui DM, terima kasih 🙏

#MencariOrangTuaKandung #PencarianAnakAdopsi #Tasikmalaya”

Hingga berita ini dipublikasikan, postingan tersebut telah disukai sebanyak 696 akun, mendapatkan 37 komentar, serta telah dibagikan ulang sebanyak 48 kali oleh pengguna Instagram.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup