Bukan Sekadar Hadir! Mahasiswa KKN Kelompok 2 Ikut Larut dalam Tradisi Rereksa Bumi Pakembangan
KUNINGANSATU.COM,- Suasana kebersamaan dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan tradisi Rereksa Bumi atau Tasyakur Bini’mah yang digelar masyarakat Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Kelompok 2 KKN Kolaboratif sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.
Rereksa Bumi merupakan tradisi masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat, keselamatan, serta hasil bumi yang telah diberikan. Selain menjadi momentum keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi warga untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga semangat kebersamaan.
Pelaksanaan Rereksa Bumi berlangsung di tiga wilayah, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03. Kelompok 2 KKN Kolaboratif turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan di masing-masing wilayah tersebut bersama masyarakat.
Salah satu anggota KKN Kolaboratif Kelompok 2, Rizki, mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Pakembangan.
“Melalui kegiatan ini, kami bisa belajar secara langsung tentang nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang tumbuh di tengah masyarakat,” ujar Rizki.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat bukan hanya menjadi bagian dari program KKN, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.
Tradisi Rereksa Bumi, kata dia, menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial. Tradisi tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Tuhan.
Kelompok 2 KKN Kolaboratif berharap tradisi Rereksa Bumi dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Pelestarian tradisi tersebut dinilai penting karena tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan rasa syukur masyarakat,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
1 Komentar
-
Chelsea4554
https://shorturl.fm/MwMo7















