Bukan Sekadar Galeri! Teras Kartini Kuningan Disiapkan Jadi Pusat Oleh-Oleh Ikonik

KUNINGANSATU.COM,- Semangat pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kreatif kembali digaungkan melalui kegiatan Temu Rasa dan Karya Wanita Inspiratif (Teras Kartini) yang digelar di Galeri Dekranasda Digital, Komplek Pandapa Paramarta, Jalan Siliwangi No. 27, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dekranasda Kabupaten Kuningan ini menjadi ruang temu bagi para perajin, pelaku UMKM, hingga insan kreatif untuk saling bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan memperkuat daya saing produk lokal.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, menegaskan bahwa Teras Kartini bukan sekadar ruang pamer, melainkan ekosistem yang menghadirkan nilai empati, kebanggaan terhadap produk lokal, serta semangat saling menguatkan antar perempuan perajin.
“Melalui ruang ini, kami ingin menghadirkan kolaborasi ide, gagasan, dan karya. Produk yang baik tidak cukup hanya dari kualitas, tapi harus lahir dari pemikiran yang cerdas dan visioner,” ujarnya.
Ia menyebut, Teras Kartini diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang tak hanya bersaing di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional hingga nasional. Terlebih, dalam waktu dekat, produk-produk tersebut ditargetkan tampil pada pameran besar di bulan Agustus mendatang.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
“Kami berterima kasih atas dukungan Pemkab Kuningan yang tidak hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga membuka ruang agar talenta kreatif bisa tumbuh secara profesional dan bermartabat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dalam arahannya menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan ruang usaha, termasuk Galeri Dekranasda agar lebih menarik, estetik, dan memiliki identitas kuat.
Ia mendorong agar tampilan galeri didesain ulang dengan sentuhan etnik khas Kuningan, sehingga mampu memberikan kesan pertama yang menggoda bagi pengunjung.
“Jangan hanya seperti kios biasa. Harus ada ciri khas, ada sentuhan kreativitas yang mencerminkan ini sebagai pusat kerajinan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penataan kawasan, mulai dari akses jalan, konsep ruang, hingga menghadirkan aktivitas pendukung seperti kuliner dan hiburan agar kawasan lebih hidup dan ramai pengunjung.
Menurut Bupati, konsep pengembangan ekonomi tidak bisa lepas dari pemahaman terhadap segmentasi pasar.
“Setiap tempat punya pangsa pasar. Harus jelas sasarannya, supaya konsep yang dibangun juga tepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi pengalaman pribadi tentang peran perempuan dalam keluarga dan ekonomi. Baginya, perempuan memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga penggerak ekonomi dan penjaga nilai-nilai keluarga.
Lebih lanjut, ia mendorong para pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk berani memulai usaha dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi.
“Jangan ragu bermimpi besar. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan keberanian untuk memulai,” pesannya.
Ke depan, Pemkab Kuningan berkomitmen menjadikan Dekranasda sebagai pusat oleh-oleh khas daerah sekaligus etalase produk UMKM. Berbagai inovasi pun tengah disiapkan, termasuk pengembangan konsep “Teras Kuningan” sebagai ruang kolaborasi yang lebih luas.
Kegiatan ini menjadi momentum peringatan Hari Kartini yang tidak hanya seremonial, tetapi juga menjadi titik tolak kebangkitan kreativitas dan kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Kuningan.


















