Kebocoran Pipa PDAM, Separuh Kota Cirebon Terancam Krisis Air

KUNINGANSATU.COM,- Kebocoran pipa transmisi milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata Kota Cirebon menyebabkan gangguan distribusi air bersih bagi sekitar 30.000 pelanggan atau hampir 50 persen dari total pelanggan di wilayah kota. Peristiwa tersebut terjadi di jalur Plangon, Kabupaten Cirebon, tepatnya di lokasi jebolnya badan jalan, Kamis (5/2/2026).

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, H. Sopyan Satari, S.E., M.M., mengatakan kebocoran sudah berhasil diidentifikasi dan saat ini tim teknis tengah melakukan penanganan di lapangan.

“Alhamdulillah pipanya sudah kelihatan, titik kebocoran juga sudah terdeteksi. Mudah-mudahan bisa segera ditangani,” ujar Sopyan saat diwawancarai wartawan di lokasi kejadian.

Menurutnya, proses perbaikan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua hari, bergantung pada kondisi cuaca dan situasi teknis di lapangan. Namun setelah perbaikan fisik selesai, masih dibutuhkan waktu normalisasi aliran air.

“Kalau perbaikannya insyaallah satu sampai dua hari. Tapi normalisasi distribusi ke pelanggan biasanya sekitar seminggu sampai debit air kembali normal seperti sediakala,” jelasnya.

Sopyan mengungkapkan, akibat kebocoran tersebut, potensi kehilangan air mencapai sekitar 75.000 meter kubik per hari, dengan estimasi kerugian perusahaan mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk meminimalkan dampak ke masyarakat, PDAM Tirta Giri Nata telah menyiapkan layanan darurat berupa pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki.

“Kami siapkan tiga mobil tangki, dan juga mendapat dukungan dari PDAM-PDAM se-Jawa Barat. Mudah-mudahan cukup untuk penanggulangan sementara,” katanya.

Terkait kondisi pipa, Sopyan menjelaskan bahwa pipa yang bocor merupakan pipa lama yang dipasang sejak tahun 1978, bahkan sebagian jaringan lainnya masih merupakan peninggalan era Belanda. Meski demikian, secara teknis pipa tersebut dinilai masih dalam batas usia layak.

“Umur teknisnya sekitar 50 tahun dan masih terpantau layak. Tapi kebetulan di lokasi ini kondisi tanah labil, ditambah beban kendaraan berat di atas jalur pipa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebocoran bukan disebabkan faktor gempa atau aktivitas sesar geologi, melainkan lebih kepada tekanan beban jalan dan kondisi tanah.

“Bukan karena hujan atau sesar. Tekanan dari atas, kendaraan lewat, tanah tidak kuat, akhirnya pipa jebol,” jelasnya.

Dalam perbaikan ini, PDAM memastikan penggantian pipa akan dilakukan, bukan sekadar penambalan. Panjang pipa yang diganti masih menunggu hasil identifikasi lanjutan.

“Untuk sementara terlihat satu titik, mungkin satu sampai dua meter. Tapi kalau ada titik lain memanjang, akan langsung diganti,” pungkasnya.

PDAM Tirta Giri Nata mengimbau pelanggan terdampak untuk bersabar dan memanfaatkan layanan distribusi air tangki selama proses perbaikan dan normalisasi berlangsung.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup