Sekolah Sampah 2025: Kuningan Gaspol Menuju Desa Nol Sampah
KUNINGANSATU.COM,-
Gerakan menuju Desa Nol Sampah di Kabupaten Kuningan semakin menguat melalui Sekolah Sampah 2025 yang digelar Komunitas Rumah Sadulur Kuningan pada 26–27 November 2025 di Panawuan. Sebanyak 172 peserta dari 20 kecamatan, terdiri dari kepala desa, perangkat desa, dan pengurus BUMDes, mengikuti kegiatan ini.
Ketua Rumah Sadulur Kuningan, Arief Amarudin, mengatakan Sekolah Sampah menjadi pintu awal bagi desa untuk belajar pengelolaan sampah dari hulu. “Dari sini desa belajar memilah dan mengolah sampah mulai dari rumah tangga,” ujarnya.
Arief menyebut penumpukan sampah di TPA Ciniru menjadi alasan kuat program ini digagas. Pengurangan sampah sejak tahap awal dinilai efektif menekan kiriman sampah ke TPA. Karena itu, pelatihan ini tidak berhenti pada teori. Setelah pelatihan, program berlanjut melalui kelompok belajar yang dipantau secara berkala sebagai ruang konsultasi bagi desa.
Kegiatan menghadirkan praktisi dan akademisi. Praktisi pertanian Deden, membahas pemanfaatan sampah organik untuk pertanian, sementara akademisi UIN memaparkan pentingnya tata kelola lingkungan berbasis masyarakat. Rumah Sadulur juga tengah menyusun buku panduan “Desa Nol Sampah” sebagai dasar pembentukan forum komunikasi pengelolaan sampah dari kabupaten hingga desa.
Dukungan datang dari pemerintah daerah. Kepala DLH Kuningan, Ir. Usep Sumirat, menegaskan konsep nol sampah sangat mungkin diterapkan di desa.
“Kertayasa sudah terbukti tanpa residu. Kami tidak pernah mengangkut sampah dari sana karena semuanya diolah di desa, termasuk lewat proses termal,” katanya.
Menurut Usep, tantangan terbesar adalah mengubah perilaku warga. Kertayasa berhasil karena menerapkan aturan ketat, sampah yang tidak dipilah akan dikembalikan ke rumah dan desa menyediakan trash bag khusus bagi warga.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan koperasi Indocement turut memperkuat pengolahan sampah plastik menjadi RDF. Model ini dinilai dapat direplikasi dan membuka peluang ekonomi antar desa.
Dinas Lingkungan Hidup juga tengah menyiapkan program reward bagi desa berprestasi dalam pengelolaan sampah serta mendorong penerbitan buku praktik terbaik oleh para kepala desa.
Dukungan serupa disampaikan Kepala DPMD Kuningan, H. Mohamad Budi Alimudin, yang mengapresiasi inovasi desa-desa setelah Kertayasa meraih juara inovasi persampahan tingkat nasional.
Kolaborasi komunitas, pemerintah, dan akademisi menjadikan Sekolah Sampah 2025 momentum penting menuju Desa Nol Sampah dan Kuningan yang berkelanjutan.
















