13 Hari Kebakaran TPSA Ciniru, 13 Puskesmas Setia Berjaga
KUNINGANSATU.COM – Berakhirnya penanganan kebakaran TPSA Ciniru tidak hanya menyisakan catatan mengenai pemadaman api. Selama hampir dua pekan, kondisi kesehatan petugas yang bekerja di lokasi serta masyarakat di sekitar kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mencatat, pengawalan kesehatan dilakukan sejak awal kebakaran pada 12 Agustus hingga penanganan dinyatakan selesai pada 24 Agustus 2026. Sebanyak 13 puskesmas dilibatkan dalam pelayanan di lapangan, disertai pengerahan tim mobile ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dr. Edi Martono melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr. Agah Nugraha mengatakan, jajaran puskesmas diturunkan secara bergiliran selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
“Dinkes menurunkan 13 puskesmas selama 13 hari penanganan kebakaran di TPSA Ciniru,” ujar Agah kepada kuningansatu.com, Rabu (26/8/2026).
Selama bertugas di posko P3K, tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada 97 orang. Tindakan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kondisi kesehatan, pengukuran tekanan darah dan saturasi oksigen, pemberian oksigen, obat-obatan, vitamin hingga penanganan luka ringan.
Pengawasan tidak hanya dilakukan di lokasi TPSA. Untuk mengantisipasi kemungkinan dampak sebaran asap terhadap warga, Dinkes mengerahkan tim mobile dari Puskesmas Jalaksana, Japara dan Kramatmulya.
Tim tersebut melakukan pengecekan ke wilayah yang diperkirakan berpotensi terdampak, sekaligus memantau kemungkinan adanya keluhan kesehatan masyarakat akibat paparan asap.
“Di luar ini juga terdapat tim mobile dari Puskesmas Jalaksana, Japara dan Kramatmulya untuk mengecek daerah-daerah yang kemungkinan terdampak asap kebakaran,” kata Agah.
Dari hasil pemantauan selama penanganan berlangsung, Dinkes menyatakan tidak menemukan warga yang mengalami dampak kesehatan akibat asap kebakaran TPSA Ciniru.
“Alhamdulillah tidak ditemukan warga yang terdampak dari asap kebakaran tersebut,” ujar Agah.***















