Geothermal Ciremai Kembali Dipersoalkan, PA GMNI Kuningan: Masyarakat Jangan Lengah!

KUNINGANSATU.COM,- Ketua Harian Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kuningan, Ismah Winartono, kembali menegaskan sikap penolakan terhadap rencana pengembangan geothermal di kawasan Gunung Ciremai.

Menurut Ismah, penolakan masyarakat terhadap rencana geothermal bukanlah persoalan yang muncul secara tiba-tiba. Proses penolakan dan perjuangan masyarakat telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi catatan penting yang tidak boleh diabaikan.

“Penolakan terhadap geothermal di Ciremai sudah berjalan bertahun-tahun. Ini bukan isu yang baru muncul hari ini. Ada suara, kekhawatiran, dan perjuangan masyarakat yang harus dihormati,” tegas Ismah, sabtu (5/9/26) .

Ia meminta masyarakat Kuningan untuk tidak lengah terhadap setiap perkembangan terkait rencana geothermal. Menurutnya, perubahan narasi, istilah, maupun pendekatan dalam sebuah proyek tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kewaspadaan terhadap dampaknya terhadap lingkungan dan ruang hidup.

Ismah juga mengkritisi penggunaan narasi energi hijau sebagai legitimasi untuk menjalankan proyek geothermal.

“Jangan sampai istilah energi hijau justru digunakan untuk membungkus kepentingan eksploitasi. Kita harus melihat secara utuh: apa risikonya, siapa yang menanggung dampaknya, dan apakah masyarakat benar-benar mendapatkan jaminan keselamatan serta manfaat yang adil,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Gunung Ciremai tidak boleh semata-mata dilihat sebagai sumber energi atau objek ekonomi. Bagi masyarakat Kuningan, Ciremai merupakan bagian penting dari ekosistem dan sumber kehidupan yang harus dijaga.

“Ciremai bukan sekadar sumber energi. Ciremai adalah ruang hidup. Karena itu, jangan pernah meminta masyarakat diam ketika ruang hidupnya dipertaruhkan,” kata Ismah.

PA GMNI Kuningan, lanjut Ismah, mendorong agar setiap kebijakan yang berkaitan dengan Ciremai menempatkan keselamatan ekologis dan kepentingan masyarakat sebagai pertimbangan utama.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal informasi dan proses kebijakan terkait geothermal secara kritis.

“Masyarakat jangan lengah. Perjuangan ini belum selesai. Kawal terus setiap prosesnya, buka informasinya, dan jangan biarkan suara masyarakat kembali diabaikan,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup