Catat Tanggalnya! Karnaval Budaya Kuningan 2026 Usung Napak Tilas Sejarah
KUNINGANSATU.COM,- Sejarah panjang Kabupaten Kuningan akan dihadirkan dalam sebuah pertunjukan jalanan pada Karnaval Budaya dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan Tahun 2026.
Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”, karnaval tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026. Persiapan kegiatan kini terus dimatangkan, mulai dari konsep pertunjukan, keterlibatan peserta, hingga teknis pengamanan dan pengaturan rute.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., mengatakan karnaval tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai parade seni dan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan perjalanan sejarah sekaligus kekayaan budaya Kuningan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan U. Kusmana dalam rapat koordinasi persiapan Karnaval Budaya yang berlangsung di Ruang Rapat Inspektorat, Gedung Pemkab Kuningan-KIC Lantai 3, Senin (7/9/2026). Rapat tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, perwakilan Polres Kuningan, Kodim 0615 Kuningan, panitia, Dewan Kebudayaan Kuningan, serta para juri.
Dalam konsep yang disiapkan, Karnaval Budaya akan dikemas sebagai parade teatrikal jalanan. Setiap peserta akan membawa gambaran perjalanan sejarah Kuningan yang dibagi ke dalam enam fase, mulai dari masa prasejarah hingga era kemerdekaan dan pembangunan.
“Karnaval ini bukan hanya parade, tetapi bagaimana sejarah dan budaya Kuningan bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pertunjukan yang menarik,” kata U. Kusmana.
Enam fase yang akan ditampilkan meliputi masa prasejarah, masa Hindu, masuknya Islam, masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, serta masa kemerdekaan dan pembangunan.
Masing-masing fase akan diperankan oleh kelompok kecamatan yang telah ditentukan. Fase prasejarah, misalnya, melibatkan Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kadugede, Nusaherang, dan Kramatmulya.
Kemudian fase Hindu akan diperankan Kecamatan Ciawi, Cipicung, Kalimanggis, dan Cidahu. Fase masuknya Islam melibatkan Luragung, Garawangi, Lebakwangi, Maleber, Ciniru, Hantara, dan Sindangagung.
Sementara itu, fase kolonial akan melibatkan Cibingbin, Ciwaru, Cibeureum, Karangkancana, dan Cimahi. Fase perjuangan kemerdekaan diisi Cilimus, Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Pancalang, Pasawahan, dan Mandirancan.
Adapun fase kemerdekaan dan pembangunan akan melibatkan Kecamatan Darma, Subang, Cilebak, serta Selajambe.
Tak hanya rombongan kecamatan, kemeriahan karnaval juga akan melibatkan sejumlah kelompok dan institusi. Di antaranya Drumband Satpol PP, Paskibra, TNI/Polri, peserta cosplay, drumband SMP, Universitas Kuningan, BUMD, hingga Kunci Bersama.
Dari sisi teknis, seluruh peserta dijadwalkan mulai berkumpul pada pukul 07.30 WIB. Peserta dari kecamatan maupun kelompok umum tidak diperkenankan membawa kendaraan dalam rombongan karnaval.
Panitia juga membatasi durasi atraksi maksimal tiga menit. Sementara untuk mendukung penampilan selama perjalanan, peserta akan menggunakan sound system melalui kendaraan gotrok.
Terkait lokasi, titik start Karnaval Budaya masih dalam tahap pematangan. Dalam pembahasan terakhir, lokasi yang sebelumnya direncanakan dari Bundaran Cijoho bergeser ke kawasan depan BJB menuju jalan baru.
Sedangkan panggung VVIP direncanakan berada di bawah videotron Taman Kota Kuningan.
U. Kusmana menyebut sejumlah persoalan teknis masih perlu dimatangkan bersama pihak terkait, terutama menyangkut rute perjalanan, sistem pengamanan, hingga pengaturan barisan peserta.
“Untuk teknis pelaksanaan, termasuk rute dan pengamanan, masih kita bahas bersama. Rapat lanjutan dijadwalkan Kamis mendatang,” ujarnya.
Melalui konsep tersebut, Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan semata. Pertunjukan tersebut diproyeksikan menjadi ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat, terutama generasi muda, sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali seni tradisi.
Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah serta membuka ruang promosi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Kuningan.
Dengan membawa tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”, masyarakat nantinya diajak melihat kembali perjalanan Kuningan dari masa ke masa melalui kemasan pertunjukan yang kreatif, atraktif, dan mudah dinikmati.















