Rekasalira Diluncurkan di Cigugur, Modal Usaha Tanpa Bunga untuk Lawan “Bank Emok”
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk Rekasalira (Rereongan Kabutuh Sanajan Lami Rengsena) dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana kompensasi PDAM tahun 2025 yang digelar di Aula Kelurahan Cigugur, Senin (16/3/2026).
Program tersebut menjadi langkah konkret pemerintah kelurahan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui skema dana bergulir yang dikelola langsung di tingkat lingkungan.
Dalam Sambutannya, Lurah Cigugur, Dadan Sudiana, menjelaskan bahwa program Rekasalira melibatkan masyarakat di empat lingkungan, yakni Manis, Pahing, Wage, dan Puhun. Masing-masing lingkungan mendapatkan modal awal sekitar Rp4,5 juta yang bersumber dari dana kompensasi PDAM.
“Dana ini menjadi modal awal program Rekasalira untuk dikelola masyarakat. Harapannya bisa membantu permodalan usaha kecil warga,” ujar Dadan kepada wartawan usai kegiatan.
Ia mengatakan, program tersebut dirancang tidak hanya sebagai penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan sosial di tengah warga. Karena itu, kepengurusan Rekasalira melibatkan unsur masyarakat lintas agama.
“Pengurusnya berasal dari lintas agama agar mempererat silaturahmi dan kebersamaan dalam keberagaman,” katanya.
Selain dialokasikan untuk program pemberdayaan ekonomi, dana kompensasi PDAM juga digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat lainnya. Di antaranya bantuan bagi RT dan RW, kegiatan Posyandu terutama dalam penanganan stunting, Karang Taruna, kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga forum lintas agama.
Menurut Dadan, program Rekasalira diharapkan dapat menjadi alternatif solusi bagi warga yang membutuhkan modal usaha tanpa harus bergantung pada pinjaman dari lembaga keuangan informal yang kerap membebani masyarakat.
“Respons masyarakat sangat bagus. Mereka bahkan menunggu program ini karena bisa membantu permodalan usaha kecil di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Pemerintah Kelurahan Cigugur pun berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi warga.
Di akhir Sambutannya, ia menegaskan semangat kebersamaan masyarakat dengan slogan, “Cigugur Harmoni Negeri, Guyub Nata Lembur, Kuningan Melesat.”
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani dalam sambutannya,menilai program Rekasalira sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kebersamaan dan semangat gotong royong.
Ia menyebut program tersebut dapat menjadi solusi bagi warga yang mengalami kesulitan ekonomi, khususnya mereka yang terjerat pinjaman berbunga tinggi yang dikenal di masyarakat sebagai praktik “Bank Emok”.
“Kehadiran Rekasalira ini adalah jawaban cerdas dan solutif. Dana yang dikelola harus benar-benar tepat sasaran, terutama untuk membantu warga yang terhimpit pinjaman berbunga tinggi agar mereka bisa kembali bernapas lega secara finansial,” ujarnya.
Wabup juga mengingatkan bahwa dana yang digunakan dalam program tersebut merupakan amanah masyarakat sehingga harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kejujuran serta komitmen bersama dalam mengelola dan mengembalikan dana pinjaman tanpa bunga.
“Gunakan fasilitas ini sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi, bukan sekadar pelarian dari utang. Kejujuran dalam mengelola dan mengembalikan pinjaman tanpa bunga akan membuka kesempatan bagi warga lain yang juga membutuhkan,” pungkasnya.
















