Porprov 2026 Jadi Panggung Pembuktian, Pertina Kuningan Bidik Dua Emas

KUNINGANSATU.COM – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Kuningan membidik dua medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan berlangsung di Bekasi. Empat petinju dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kuningan, dengan Walmer dan Annis menjadi andalan utama dalam merealisasikan target tersebut.

Target itu disampaikan Ketua Pertina Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan Sopandi, saat launching tim Pertina Kuningan menuju Porprov Jabar 2026 di Puspa Langlangbuana, Kabupaten Kuningan, Minggu (1/11/2026).

Selain membidik dua emas melalui Walmer dan Annis, Pertina juga berharap dua atlet lainnya, Fia dan Zaid, mampu menembus babak semifinal sehingga dapat menyumbangkan medali perunggu.

“Kita modalnya empat atlet. Target utama adalah dua emas putra, dari Walmer dengan Annis. Mudah-mudahan antara Fia dengan Zaid bisa lolos semifinal, perunggu kita dapat,” ujar Deden.

Empat petinju yang akan memperkuat Kuningan masing-masing Walmer di kelas 60 kilogram, Zaid kelas 63,5 kilogram, Annis kelas 71 kilogram, serta Fia kelas 66 kilogram. Komposisi tersebut terdiri dari tiga atlet putra dan satu atlet putri. Seluruhnya telah memastikan tiket Porprov setelah melewati babak kualifikasi.

Dari keempat atlet tersebut, Walmer menjadi salah satu tumpuan utama. Petinju berpengalaman itu memiliki rekam jejak prestasi yang cukup panjang, termasuk meraih medali emas pada tiga penyelenggaraan Porda dan Porprov sebelumnya, yakni 2014, 2018, dan 2022.

Bahkan, Walmer disebut telah dua kali meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Jika kembali naik podium tertinggi pada Porprov 2026, ia berpeluang mempertahankan tradisi emas untuk keempat kalinya secara beruntun dalam Porda dan Porprov.

“Walmer itu PON juga dua kali emas. Tiga kali event Porda atau Porprov itu emas,” jelas salah seorang pengurus Pertina yang turut mendampingi Deden.

Sementara itu, Annis juga diproyeksikan menjadi penyumbang medali emas. Deden menegaskan, Annis bukan atlet yang baru bergabung dalam pembinaan tinju Kuningan menjelang Porprov, melainkan telah menjadi bagian dari Pertina sejak 2018.

“Sebenarnya Annis itu sejak tahun 2018 sudah di Kuningan,” katanya.

Meski optimistis, Pertina Kuningan mengakui persaingan cabang olahraga tinju pada Porprov Jabar 2026 diperkirakan berlangsung ketat. Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor menjadi dua daerah yang patut diwaspadai karena memiliki atlet-atlet yang terkonsentrasi di level nasional.

“Tetap Bekasi, Bogor. Karena di situ atlet-atlet nasional terkonsentrasi di dua kabupaten itu,” ungkap Deden.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, Pertina Kuningan telah menjalankan program pemusatan latihan atau training center (TC) sejak Agustus 2026. Persiapan difokuskan pada peningkatan kondisi fisik, pematangan teknik, serta kesiapan mental bertanding para atlet.

Rombongan tim dijadwalkan berangkat menuju Bekasi pada 9 November 2026. Sebelum pertandingan dimulai pada 11 November, para atlet akan mengikuti pertemuan manajer, technical meeting, serta pengundian pertandingan.

Di tengah persiapan itu, persoalan anggaran pembinaan olahraga turut menjadi perhatian. Ketika ditanya mengenai pencairan dana dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Deden memilih tidak banyak berkomentar. Namun, ia meyakini seluruh kebutuhan tim dapat diselesaikan.

“Eta mah lain urusan saya eta mah! No comment. Yakin semuanya terselesaikan. Semua akan indah pada waktunya,” ucap Deden.

Bagi Pertina, keikutsertaan dalam Porprov bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga menyangkut prestise Kabupaten Kuningan di tingkat Jawa Barat. Karena itu, target yang dipasang diharapkan dapat menjadi bukti bahwa cabang olahraga tinju masih mampu bersaing dan menjadi salah satu kekuatan olahraga daerah.

“Sangat penting, karena prestise daerah. Karena Kuningan tidak tertinggal untuk tinju,” tegas Deden.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup