Kadis DPUTR Kuningan Segera Berganti, Putu Bagiasna Titip Pesan Penting!
KUNINGANSATU.COM,- Menjelang berakhirnya masa pengabdian sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan, Ir. I. Putu Bagiasna, MT., menitipkan sejumlah pesan kepada sosok yang nantinya dipercaya melanjutkan kepemimpinan di instansi tersebut.
Selama kurang lebih 3,5 tahun memimpin DPUTR, Putu menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius, terutama berkaitan dengan kondisi jalan kabupaten dan infrastruktur sumber daya air.
Dalam wawancara di Kantor DPUTR Kabupaten Kuningan, Jumat (6/11/2026), ia mengatakan, kepala dinas berikutnya perlu terlebih dahulu memetakan persoalan dan kebutuhan di setiap bidang sebelum menentukan arah kebijakan pembangunan.
Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan yang paling banyak menjadi sorotan masyarakat.
“Pertama petakan dulu ataupun persentasikan dulu beban-beban yang menjadi sorotan publik atau pelayanan publik. Jadi petakan dulu mana yang paling besar,” ujarnya.
Ia mengingatkan, meskipun bidang Bina Marga memiliki porsi pekerjaan cukup besar karena berkaitan langsung dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan, bidang lainnya seperti Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Jasa Konstruksi tetap harus mendapatkan perhatian.
Selain itu, kepala dinas baru juga perlu membangun komunikasi dengan para pejabat struktural dan pegawai senior. Pengalaman mereka dinilai menjadi modal penting untuk memahami karakter organisasi sekaligus melanjutkan program yang telah berjalan.
“Kita tidak bisa langsung menerapkan manajemen kita tanpa belajar dari manajemen sebelumnya. Dengan memetakan beban-beban itu, insyaallah akan ketemu mana yang harus didahulukan dan mana yang menjadi prioritas berikutnya,” katanya.
Terkait sosok pengganti, Putu memilih tidak menyebutkan nama tertentu. Ia menyerahkan keputusan tersebut kepada pejabat pembina kepegawaian yang memiliki kewenangan.
Namun, ia menekankan pentingnya prinsip right man, right place, yakni menempatkan orang yang tepat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Menurutnya, DPUTR merupakan organisasi teknis yang membutuhkan pemahaman terhadap karakter pekerjaan infrastruktur. Karena itu, kualifikasi dan kemampuan teknis menjadi salah satu pertimbangan penting.
“Namanya dinas teknis seperti PU, memang seyogianya orang dengan kualifikasi teknis. Prinsipnya right man, right place, orang yang tepat di tempat yang tepat,” tegasnya.
Meski kepala dinas memiliki fungsi manajerial, Putu menilai pemahaman terhadap pekerjaan teknis yang dilakukan jajarannya tetap diperlukan agar pengambilan kebijakan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di luar persoalan kepemimpinan, Putu juga mengakui bahwa pembangunan infrastruktur Kuningan masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah kondisi jalan kabupaten. Saat ini, tingkat kemantapan jalan berada di kisaran 82 persen dari total panjang sekitar 800 kilometer. Artinya, masih terdapat sekitar 142 kilometer jalan yang belum masuk kategori mantap.
Kondisi tersebut membutuhkan penanganan secara bertahap karena sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
Tantangan lainnya muncul menjelang musim mudik Lebaran. Sebagai daerah tujuan pemudik dari berbagai wilayah, Kabupaten Kuningan harus memastikan jalur-jalur masuk menuju perkotaan dalam kondisi baik.
Persoalannya, kebutuhan pemeliharaan jalan terkadang tidak sejalan dengan ketersediaan anggaran, terutama ketika waktu Lebaran berlangsung lebih awal.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, DPUTR memiliki lima kelompok kerja yang menangani jalur utara, selatan, barat, timur, serta kawasan perkotaan melalui pemeliharaan rutin.
Program itu dikenal dengan istilah Jalmudran atau Jalan Mudik Lebaran.
“Jangan sampai terjadi jalan yang berlubang. Istilahnya untuk menghadapi Lebaran, kita menyebutnya Jalmudran, Jalan Mudik Lebaran. Itu kadang-kadang kita intervensi melalui pemeliharaan rutin,” jelasnya.
Selain jalan, sektor sumber daya air juga membutuhkan perhatian. Keberadaan Bendungan Kuningan dan Waduk Darma memiliki peran penting dalam mendukung irigasi sekitar 60.000 hektare lahan pertanian.
Namun, sejumlah jaringan irigasi, pintu air, dan infrastruktur pendukung lainnya masih membutuhkan perbaikan agar distribusi air kepada petani berjalan optimal.
Putu berharap, kepemimpinan DPUTR selanjutnya mampu melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum tertangani.
Baginya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan seorang kepala dinas, tetapi juga kekuatan organisasi, kompetensi sumber daya manusia, kesinambungan program, dan dukungan anggaran.















