Menang atas Melbourne Victory, Persib Belum Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
KUNINGANSATU.COM,- Kemenangan Persib Bandung atas Melbourne Victory di ajang AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/27 turut memberikan tambahan poin bagi Indonesia dalam persaingan ranking klub Asia. Namun, hasil positif tersebut belum mampu mengubah posisi Merah Putih yang masih tertahan di peringkat ke-16 Asia.
Berdasarkan pembaruan Men’s Club Competitions MA Ranking 2026/27 yang dirilis Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Jumat (6/11/2026) pukul 09.10, Indonesia mengoleksi 32,309 poin dari total 47 asosiasi anggota AFC.
Di kawasan Timur Asia, Indonesia menempati posisi kesembilan. Sementara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah Singapura dan Vietnam yang masing-masing mengumpulkan 38,088 poin dan 37,241 poin.
Jarak Indonesia dengan Vietnam mencapai 4,932 poin, sedangkan dengan Singapura terpaut 5,779 poin. Posisi Indonesia juga belum sepenuhnya aman karena hanya unggul 0,835 poin dari Kamboja yang membuntuti di peringkat ke-17 Asia dengan 31,474 poin.
Meski demikian, ada catatan positif dari performa klub-klub Indonesia sepanjang musim 2026/27. Indonesia berhasil mengumpulkan 8,500 poin, menjadi perolehan tertinggi di kawasan Asia Tenggara pada musim berjalan.
Angka tersebut melampaui Malaysia dan Kamboja yang sama-sama mengoleksi 7,333 poin.
Salah satu hasil yang berkontribusi terhadap tambahan poin Indonesia datang dari Persib Bandung. Klub berjuluk Maung Bandung itu sukses mengalahkan wakil Australia, Melbourne Victory, dengan skor 2-1 pada matchday keempat Grup E ACL Two 2026/27, Rabu (4/11/2026).
Persib sempat tertinggal lebih dahulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan. Luka Menalo mencetak gol penyeimbang, sementara Balsa Sekulic memastikan kemenangan melalui gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Kemenangan di Australia tersebut sekaligus mengantarkan Persib memastikan tiket ke babak 16 besar. Tim asuhan Igor Tolic kini memimpin klasemen Grup E dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan, meski masih menyisakan dua laga fase grup.
Meski perolehan poin musim ini cukup menjanjikan, Indonesia masih harus bekerja keras untuk memperbaiki posisi di ranking AFC.
Pasalnya, penilaian Men’s Club Competitions MA Ranking tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan dalam satu musim. AFC menghitung akumulasi performa seluruh klub dari masing-masing asosiasi dalam kompetisi antarklub Asia selama delapan musim relevan.
Setiap musim memiliki bobot penilaian berbeda. Musim terbaru dihitung dengan bobot 1,0, sedangkan musim-musim sebelumnya mendapatkan bobot yang semakin rendah hingga 0,3.
Skema tersebut membuat pencapaian klub-klub Indonesia pada musim-musim terdahulu masih memengaruhi posisi Merah Putih saat ini.
Ranking ini juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu dasar penentuan kuota klub yang berhak tampil di kompetisi antarklub Asia pada musim mendatang.
Dalam alokasi sementara musim 2028/29, Indonesia tercatat mendapatkan satu slot langsung ke fase grup ACL Two dan satu slot tidak langsung melalui babak play-off.
Dengan menempati peringkat kesembilan kawasan Timur, Indonesia belum masuk dalam daftar asosiasi penerima jatah ACL Elite.
Meski begitu, peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka. Sebab, ranking 2026/27 masih bersifat live dan dapat berubah seiring hasil pertandingan klub-klub dari masing-masing negara hingga kompetisi musim ini berakhir.
Daftar 10 Besar Ranking AFC Zona Timur 2026/27
Berdasarkan pembaruan AFC per Jumat (6/11/2026) pukul 09.10, berikut daftar 10 besar asosiasi di kawasan Timur:
1. Jepang – 110,174 poin (peringkat ke-2 Asia).
2. Korea Selatan – 78,637 poin (peringkat ke-3 Asia).
3. Thailand – 55,947 poin (peringkat ke-7 Asia).
4. Australia – 46,078 poin (peringkat ke-8 Asia).
5. Malaysia – 45,642 poin (peringkat ke-9 Asia).
6. China – 43,897 poin (peringkat ke-11 Asia).
7. Singapura – 38,088 poin (peringkat ke-14 Asia).
8. Vietnam – 37,241 poin (peringkat ke-15 Asia).
9. Indonesia – 32,309 poin (peringkat ke-16 Asia).
10. Kamboja – 31,474 poin (peringkat ke-17 Asia).
Perolehan 8,500 poin pada musim berjalan menjadi modal positif bagi Indonesia. Kini, konsistensi klub-klub Tanah Air di kompetisi Asia akan menjadi faktor penting untuk memperbaiki posisi sekaligus membuka peluang mendapatkan kuota lebih besar pada musim-musim mendatang.















