Usai Pekan ke-27 , Persib Masih di Pucuk, Tapi Borneo FC dan Persija Nempel Terus

KUNINGANSATU.COM,- Perebutan gelar juara BRI Super League musim 2025/2026 memasuki fase paling menegangkan. Tiga tim papan atas, Persib Bandung, Borneo FC dan Persija Jakarta, kini terlibat persaingan ketat jelang pekan ke-28 yang akan digelar pada 18-20 April 2026.
Kemenangan penting yang diraih ketiga tim pada pekan ke-27 menjadi titik balik perburuan trofi. Persib Bandung tetap kokoh di puncak klasemen usai menang dramatis 3-2 atas Bali United pada 12 April 2026. Sementara itu, Borneo FC Samarinda tampil superior dengan menghajar PSBS Biak 5-1 sehari sebelumnya, dan Persija Jakarta mengamankan tiga poin setelah menundukkan Persebaya Surabaya 3-0.
Persib Bandung memimpin dengan 64 poin, diikuti Borneo FC Samarinda dengan 60 poin, serta Persija Jakarta yang mengoleksi 55 poin. Ketiganya kini menjadi kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara musim ini.
Selisih poin yang semakin tipis membuat setiap pertandingan menjadi penentu. Persib memang masih memimpin, namun tekanan dari Borneo FC terus membayangi. Satu hasil minor saja bisa mengubah peta klasemen secara drastis.
Persib menunjukkan mental juara dengan tetap meraih kemenangan meski bermain dengan 10 orang. Di sisi lain, Borneo FC menjadi tim paling produktif dengan lini serang tajam sepanjang musim. Persija Jakarta pun mulai menunjukkan konsistensi di momen krusial.
Memasuki pekan ke-28, sejumlah laga diprediksi menjadi penentu arah perburuan gelar. Persija Jakarta akan menghadapi PSBS Biak dengan kepercayaan diri tinggi. Borneo FC ditantang PSM Makassar dalam duel antara lini serang tajam dan pertahanan solid. Sementara itu, Persib Bandung akan diuji Dewa United Banten FC yang siap menjadi batu sandungan.
Dengan tujuh laga tersisa, Persib masih memegang kendali atas nasibnya sendiri. Namun, jika Borneo FC terus meraih kemenangan dan Persib terpeleset, selisih poin bisa terpangkas drastis dan membuat persaingan semakin terbuka.
Pekan ke-28 bukan sekadar lanjutan kompetisi, melainkan fase krusial yang berpotensi menentukan siapa yang akan mengangkat trofi di akhir musim. Konsistensi, ketenangan, dan ketajaman di depan gawang akan menjadi kunci di tengah tekanan yang semakin besar.


















