Jembatan Perintis Garuda Dibangun di Ciwaru, Akses Sulit Warga Segera Berakhir
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah bersama TNI resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda melalui kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar pada Selasa, (7/4/26) pukul 14.00-14.30 WIB di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Bupati Kuningan Agus Basuki, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, Kapolres Kuningan AKBP Ali Akbar, perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Agama, unsur DPMD, Forkopincam Ciwaru, Kepala Desa Ciwaru, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Groundbreaking ini menjadi penanda dimulainya pembangunan jembatan gantung yang akan menghubungkan Desa Ciwaru dengan Dusun Ciserus wilayah yang selama ini cukup terisolasi akibat keterbatasan akses.
Camat Ciwaru, Rusmiadi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan perjuangan panjang masyarakat. Selama ini, warga harus menempuh jalur memutar yang cukup jauh dan berat, terlebih saat terjadi longsor di wilayah Ciseureuh.
“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat akan jauh lebih mudah, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh warga,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang diinisiasi pemerintah pusat. Pada tahap ini, Kabupaten Kuningan mendapatkan dua titik pembangunan, yakni di Kecamatan Ciwaru dan wilayah Cikubangsari.
“Program ini merupakan arahan langsung Presiden sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah pedesaan. Jembatan yang dibangun di Ciwaru berupa jembatan gantung, yang dinilai paling sesuai dengan kondisi geografis wilayah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan diprioritaskan berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat, termasuk untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.
Bupati Kuningan, melalui sambutan tertulisnya, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0615/Kuningan, atas kontribusi nyata dalam pembangunan di daerah. Menurutnya, kehadiran program ini menjadi bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga simbol gotong royong dan kebersamaan antara TNI, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, keberadaan jembatan tersebut nantinya dapat memperlancar akses transportasi, mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Selain itu, warga juga diminta untuk turut mendukung proses pembangunan hingga selesai tepat waktu, serta menjaga dan merawat jembatan sebagai aset bersama.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Ciwaru dinilai sebagai langkah strategis dalam membuka keterisolasian wilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari warga yang berharap pembangunan segera rampung dan dapat dimanfaatkan.















