Ooh Penjual Cuwing di Cilowa yang Konsisten Berjualan Sejak 2007

KUNINGANSATU.COM,- Di balik kesegaran cuwing yang kerap dinikmati masyarakat saat cuaca panas, tersimpan kisah ketekunan seorang pedagang di Desa Cilowa, Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Adalah Ooh (50) perempuan yang sejak 2007 konsisten menjajakan cuwing lewat usahanya bertajuk Cuwing Ema.

Ooh memulai usaha itu bukan karena warisan keluarga, melainkan kebutuhan hidup. Ia belajar membuat cuwing dari tetangganya hingga akhirnya mampu mengolah daun cuwing menjadi hidangan segar berbahan gula merah dan santan.

“Awalnya saya butuh pekerjaan. Belajar sedikit demi sedikit, akhirnya bisa bikin sendiri,” tuturnya, Senin (24/11/2025).

Setiap hari, satu bakul cuwing mampu menghasilkan hingga 100 porsi, atau 50 porsi jika menggunakan mangkok. Jumlah itu sangat bergantung pada kualitas daun cuwing yang ia tanam sendiri. Jika daun sedang bagus, hasilnya maksimal. Jika kondisi daun menurun, porsi yang dihasilkan pun berkurang.

Menariknya, di tengah kenaikan harga jajanan tradisional, Ooh masih bertahan dengan harga Rp5.000 per porsi. Untuk pelanggan yang membawa mangkok, harga menjadi Rp10.000. Ia mengaku tidak ingin menaikkan harga meski pedagang lain sudah melakukannya.

“Rezeki mah dari Gusti Allah. Yang penting ada yang beli,” ujarnya.

Dulu, Ooh berjualan dengan cara menyuhun boboko sambil berkeliling kampung. Karena fisiknya semakin lemah, ia beralih memakai roda kecil. Kini ia jarang berkeliling karena gak kuat jalan dan lebih banyak melayani pesanan. Ia mulai berjualan pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Ooh menjelaskan, penjualan cuwing tidak memiliki musim khusus. Ada saat hari biasa justru lebih ramai dibanding akhir pekan atau hari besar.

“Kadang orang mikir kalau kemarau laku. Nyatanya enggak tentu,” kata dia.

Proses pembuatan cuwing dilakukan secara tradisional mulai dari menjemur daun hingga layu, memerasnya dengan air dingin untuk mendapatkan sari pekat, lalu menyaring dan mendiamkannya hingga menyerupai agar-agar. Untuk menjaga kualitas, cuwing disimpan dalam air atau kulkas.

Meski bersaing dengan banyak jajanan modern, keberadaan Cuwing Ema CILOWA tetap dicari warga. Ketekunan Ooh selama hampir dua dekade menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih punya tempat di hati masyarakat.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup