Linggamekar Go Digital! KPM UI BBC Pasang Barcode di Setiap Dusun
KUNINGANSATU.COM,- Upaya mendorong digitalisasi informasi hingga tingkat dusun mulai dilakukan mahasiswa Kelompok Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) di Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Mahasiswa KPM UI BBC merealisasikan pembuatan website yang dilengkapi barcode serta memasang plang informasi berbasis barcode di setiap dusun. Program tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat dan pendatang mengenali wilayah sekaligus memperoleh informasi mengenai potensi yang dimiliki masing-masing dusun.
Ketua KPM UI BBC Desa Linggamekar, Wafiel Izzy, mengatakan program tersebut dibuat dengan konsep sederhana agar mudah digunakan dan tetap bisa dimanfaatkan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
“Kami mencoba menghadirkan sesuatu yang sederhana tetapi memiliki manfaat. Barcode ini nantinya dapat menjadi identitas setiap dusun sekaligus membantu masyarakat dan pendatang mengenali batas serta informasi mengenai wilayah dusun yang ada di Desa Linggamekar,” ujar Wafiel Izzy, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Wafiel, masyarakat cukup memindai barcode yang terpasang pada plang menggunakan perangkat digital untuk mengakses informasi melalui website. Informasi tersebut nantinya dapat memuat berbagai hal mengenai dusun, mulai dari luas wilayah hingga potensi lokal seperti pertanian, persawahan dan perkebunan.
Tidak hanya sebagai sarana informasi digital, plang tersebut juga diposisikan sebagai penanda wilayah. Keberadaannya diharapkan membantu masyarakat maupun pengguna jalan mengenali batas antara satu dusun dengan dusun lainnya.
Kepala Dusun 3 Desa Linggamekar, Alex Rohimansyah, menyambut positif inovasi yang digagas mahasiswa KPM UI BBC tersebut. Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat ganda karena menggabungkan fungsi penanda wilayah dengan akses informasi berbasis teknologi.
“Menurut saya, keberadaan plang website dan barcode tersebut sangat baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun orang yang melintas di wilayah antar dusun. Selain menjadi sarana informasi, plang tersebut juga dapat berfungsi sebagai penanda batas antara satu dusun dengan dusun lainnya,” kata Alex.
Ia menambahkan, informasi yang tersedia melalui barcode dapat membantu masyarakat mengenal kondisi serta potensi masing-masing dusun tanpa harus bergantung sepenuhnya pada informasi secara lisan.
“Dengan adanya barcode tersebut, masyarakat maupun orang yang melintas dapat mengetahui batas-batas wilayah setiap dusun. Selain sebagai penanda wilayah, barcode tersebut juga memberikan akses terhadap berbagai informasi mengenai kondisi dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing dusun,” ujarnya.
Alex berharap inovasi tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa KPM meninggalkan Desa Linggamekar. Ia mendorong agar sistem informasi tersebut terus diperbarui dan dikembangkan mengikuti kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi.
“Untuk ke depannya, saya berharap program ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan. Di tengah perkembangan teknologi dan era modern saat ini, pemanfaatan teknologi digital di tingkat dusun diharapkan dapat semakin maju serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Wafiel menegaskan, pemasangan barcode merupakan langkah awal untuk membangun sistem informasi wilayah yang lebih terintegrasi. Ia berharap pemerintah desa bersama masyarakat dapat melanjutkan pengelolaan dan memperbarui informasi yang tersedia di dalam website.
“Harapannya, apa yang kami buat selama KPM ini bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bukan hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga memiliki manfaat setelah KPM selesai,” tambahnya.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital di tingkat desa. Dengan adanya plang barcode di setiap dusun, Desa Linggamekar diharapkan memiliki sarana informasi yang lebih mudah diakses, sekaligus memperkuat identitas wilayah dan mengenalkan potensi lokal kepada masyarakat maupun pendatang.

















