Kenaikan Harga Plastik Bikin Pedagang Kuningan Kelimpungan
KUNINGANSATU.COM – Kenaikan harga plastik dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak langsung pada aktivitas perdagangan di Kabupaten Kuningan. Sejumlah pedagang mengaku penjualan menurun karena daya beli masyarakat melemah, sementara biaya operasional terus meningkat.
Dikutip dari detik.com, Kamis (9/4/2026), salah satu pedagang yang merasakan kondisi tersebut adalah Nashirin (43), pemilik toko plastik di kawasan Jalan RE Martadinata, Ciporang. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi hampir pada seluruh jenis plastik yang dijualnya, dengan kenaikan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
“Naiknya yang kalau plastik yang biasa kita jual Rp9.000, itu sekarang di harga Rp13.000 sampai Rp14.000 per pak. Untuk plastik kresek itu yang biasa saya jual Rp17.000 per pak, sekarang dijual Rp22.000. Naiknya bisa sampai Rp5.000,” tutur Nashirin.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut berasal dari distributor, sehingga dirinya sebagai pedagang hanya bisa menyesuaikan. Menurutnya, kondisi ini diduga berkaitan dengan situasi global yang memengaruhi bahan baku plastik.
“Dari sananya segitu. Saya tinggal ngikutin kan. Untuk penyebabnya, karena perang Iran-Israel Amerika, saya juga nggak terlalu paham. Mungkin bahannya pembuatnya juga emang lagi sulit,” tutur Nashirin.
Akibat kenaikan harga tersebut, banyak pelanggan yang memilih menunda atau bahkan membatalkan pembelian. Hal ini membuat perputaran barang menjadi lebih lambat dibandingkan sebelumnya.
“Pengaruh. Karena yang tadinya mau beli, nggak jadi beli. Mungkin harapan dia bisa nyari di tempat lain yang lebih murah. Padahal ya nggak tahu juga, bisa jadi harganya sama,” tutur Nashirin.
Meski demikian, ketersediaan barang di tingkat pedagang masih relatif aman. Nashirin berharap situasi ini tidak berlangsung lama dan harga dapat kembali stabil.
“Kalau di sini masih, soalnya kebutuhan saya masih sedikit, jadi masih bisa didapat. Paling ya keluhan dari pedagang saja karena harganya naik. Semoga saja harganya bisa stabil lagi,” tutur Nashirin.
Di tengah tekanan biaya, Nashirin juga tetap mempertahankan harga jual kue yang ia produksi, meskipun bahan kemasan seperti plastik dan kertas nasi ikut mengalami kenaikan. Ia mengaku tidak berani menaikkan harga karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Bahan pembuatan kue yang ada plastiknya juga naik. Kayak kertas nasi tadinya jual Rp22.000 per pak, sekarang Rp28.000. Tapi untuk harga kue, kita ngikut ke yang lain sih. Jadi walaupun harga produksinya sudah naik, belum bisa naikin. Soalnya takut perang harga aja sama konsumen,” tutur Nashirin.
Hal serupa dialami Husein, penjual hucap di Kuningan. Ia memilih tetap menjual dengan harga lama meski biaya untuk plastik dan kemasan meningkat cukup tajam.
“Plastik naiknya sampai Rp4.000 sampai Rp6.000. Apalagi yang kresek. Tapi untuk harga hucap sendiri masih normal, nggak naik. Masih Rp17.000 per porsi. Soalnya kalau naik, takut pelanggannya pada nggak mau,” pungkas Husein.***















