Gandeng Puskesmas Linggarjati, KKN UNISA Kuningan Bidik Stunting dan Gizi Balita
KUNINGANSATU.COM,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 6 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi ke UPTD Puskesmas Linggarjati, Jumat (7/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa membangun koordinasi dengan pihak puskesmas dalam mendukung program kerja KKN, khususnya di bidang kesehatan masyarakat yang berada di wilayah Desa Linggamekar.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa berdiskusi dengan salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Linggarjati, Heti Widiyati, Am.G, yang merupakan ahli gizi. Pembahasan mencakup sejumlah program kesehatan yang memungkinkan untuk dikolaborasikan bersama mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 6, Muhammad Sachrul Hisyam Somantri, mengatakan pihaknya ingin mengetahui program puskesmas yang dapat diikuti dan didukung mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan gizi.
“Dari kampus memang menekankan kegiatan yang berkaitan dengan stunting. Kami ingin mengetahui kegiatan apa yang bisa kami ikuti sekaligus memberikan kontribusi di lapangan,” ujar Sachrul dalam pertemuan tersebut.
Dalam diskusi, pihak puskesmas menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan data. Menurut Heti, mahasiswa dapat mengambil peran melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pemutakhiran data, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga penyuluhan.
Untuk kegiatan gizi, mahasiswa juga diarahkan memanfaatkan momentum pelayanan Posyandu maupun kegiatan penyuluhan di dalam gedung puskesmas. Hari Selasa dinilai menjadi waktu yang cukup strategis karena jumlah sasaran pelayanan relatif lengkap, mulai dari ibu hamil, ibu balita hingga masyarakat umum.
“Kalau penyuluhan gizi bisa dilakukan di dalam gedung. Hari Selasa biasanya lebih lengkap, ada ibu hamil, ibu balita dan masyarakat umum,” kata Heti.
Selain penyuluhan, mahasiswa KKN Kelompok 6 juga merencanakan kegiatan door-to-door dengan memberikan PMT lokal kepada balita yang membutuhkan perhatian terkait berat badan dan status gizinya di Desa Linggamekar.
Pihak puskesmas menyambut baik rencana tersebut. Namun, mahasiswa diingatkan agar kegiatan tidak sebatas memberikan makanan tambahan. Pendekatan kepada keluarga sasaran dinilai penting agar mahasiswa dapat mengetahui kondisi anak secara lebih menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa disarankan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan keluarga, kemudian melakukan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat antropometri sebelum memberikan PMT.
“Jangan langsung memberikan PMT. Sebaiknya ngobrol dulu dengan keluarga, kemudian diukur lagi kondisi anaknya. Setelah itu baru PMT diberikan,” jelas Heti.
Untuk menjangkau rumah-rumah sasaran, mahasiswa juga dapat berkoordinasi dengan kader setempat. Pihak puskesmas menyebut kader desa maupun dusun cukup mengetahui keberadaan anak-anak yang menjadi sasaran program.
Sementara itu, pembahasan juga menyentuh program Penyakit Tidak Menular (PTM). Pelayanan PTM di dalam gedung puskesmas saat ini telah terintegrasi dengan pelayanan pemeriksaan pasien. Mahasiswa yang ingin mempelajari lebih jauh mengenai pelayanan maupun data PTM diarahkan untuk mengikuti aktivitas di bagian nurse station.
Tidak hanya kegiatan di dalam gedung, mahasiswa juga mendapat informasi mengenai sejumlah program kesehatan yang tengah berjalan di wilayah kerja Puskesmas Linggarjati. Di antaranya pemberian obat cacing dan vitamin A yang dilaksanakan melalui Posyandu maupun sekolah.
Dalam waktu dekat, puskesmas juga akan melaksanakan kegiatan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) serta pemeriksaan atau skrining kesehatan anak sekolah melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Mahasiswa KKN dipersilakan untuk ikut berpartisipasi setelah melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas.
Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur, mahasiswa diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan bagian Promosi Kesehatan (Promkes) terkait jadwal kegiatan. Selain itu, mahasiswa perlu menyampaikan izin atau pemberitahuan kepada Kepala Puskesmas maupun Kasubag TU sebelum terlibat dalam kegiatan pelayanan kesehatan.
Pihak Puskesmas Linggarjati juga akan membantu menyediakan data yang dibutuhkan mahasiswa, khususnya data balita dan data terkait PTM. Data balita yang akan digunakan untuk mendukung program KKN tersebut direncanakan menggunakan data terbaru, yakni data bulan Juli.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 6 UNISA Kuningan dengan Puskesmas Linggarjati. Dengan koordinasi tersebut, program kerja mahasiswa di bidang kesehatan diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat menyesuaikan kebutuhan serta kondisi masyarakat di lapangan.
Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Desa Linggamekar.















