Ada yang Berbeda di Jalan Siliwangi Minggu Besok, Karnaval Budaya Kuningan Siap Digelar

KUNINGANSATU.COM,- Suasana Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, mulai dipersiapkan menyambut gelaran Karnaval Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kuningan, Sabtu (12/9/2026).

Sejumlah persiapan terlihat di sekitar panggung kehormatan yang berada di kawasan Taman Kota Kuningan. Bahkan, latihan terakhir tarian pembuka yang melibatkan para pelajar turut digelar sebagai bagian dari persiapan sebelum acara berlangsung pada Minggu (13/9/2026).

Karnaval Budaya tahun ini mengangkat tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”. Konsep tersebut dikemas melalui helaran budaya dan parade teatrikal yang mengajak masyarakat mengenal perjalanan sejarah Kuningan dari masa ke masa.

Rangkaian karnaval akan mengambil rute dari kawasan BJB Cabang Kuningan menuju Taman Kota Kuningan, tempat panggung kehormatan berada. Peserta dijadwalkan mulai berkumpul sejak pukul 07.00 WIB dan kemudian dilepas sekitar pukul 08.00 WIB.

Pelepasan peserta dilakukan oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar. Dalam parade tersebut, Bupati akan berjalan bersama Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Ketua DPRD, Dandim 0615, Kapolres, Kajari, serta Sekda Kuningan yang juga bertindak sebagai Ketua Hari Jadi ke-528 Kuningan.

Rombongan pimpinan daerah tersebut akan mengenakan kostum Nusantara dan busana Kerajaan Saung Galah. Mereka selanjutnya berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju panggung kehormatan.

Tidak sekadar menampilkan hiburan, karnaval kali ini dirancang sebagai pertunjukan sejarah dalam bentuk parade. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok dengan sajian yang berbeda.

Pada Grup pertama, masyarakat akan disuguhi penampilan drumband, Paskibraka, TNI-Polri, atraksi pencak silat Yonif TP 839/Satria Abyakta, replika Kuda Putih dan Angklung, Polisi Cilik, Mojang Jajaka, hingga drumband pelajar.

Kemudian Grup kedua menghadirkan rombongan Kerajaan Saung Galah, TP PKK, Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman, perwakilan daerah Kunci Bersama, BUMD, pihak swasta, serta marching band pelajar.

Adapun Grup ketiga menjadi bagian yang secara khusus mengangkat perjalanan sejarah Kuningan. Berbagai kesenian dari kecamatan se-Kabupaten Kuningan akan menggambarkan fase perkembangan daerah, mulai dari masa prasejarah, era Hindu-Buddha, masuknya Islam, masa kolonial Belanda, perjuangan kemerdekaan dan Perundingan Linggarjati, hingga perkembangan Kuningan di era kemerdekaan dan masa kini.

Sementara Grup keempat akan diramaikan oleh lembaga pendidikan, perguruan tinggi, rumah sakit, komunitas, pertunjukan sulap hingga musik.

Sedangkan Grup kelima menampilkan angklung Universitas Muhammadiyah Kuningan, Banser NU, Barakuda, komunitas senam, paguyuban delman dan sejumlah kendaraan kreatif.

Selain menjadi panggung budaya, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan pemberian penghargaan “Masyarakat Pinunjul” kepada putra daerah Andi Gani Nena Wea. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan dedikasinya bagi masyarakat Kuningan.

Ketua Hari Jadi ke-528 Kuningan, U. Kusmana, menyebut Karnaval Budaya diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam upaya menjaga keberlangsungan seni dan tradisi daerah.

Menurutnya, karnaval tidak hanya melibatkan seniman dan budayawan, tetapi juga pelajar, akademisi, komunitas, pelaku ekonomi kreatif hingga masyarakat umum.

“Melalui tema Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan, masyarakat tidak hanya diajak menikmati kemeriahan karnaval, tetapi juga mengenali kembali akar sejarah dan kebudayaan Kuningan sebagai bekal untuk melangkah menuju masa depan,” ujar U. Kusmana.

Ia berharap kegiatan tersebut turut memperkuat identitas Kuningan sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Di sisi lain, gelaran ini juga diharapkan mampu menjadi media promosi pariwisata sekaligus memberikan dampak terhadap perkembangan UMKM dan ekonomi kreatif lokal.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup