Asap Kebakaran TNGC Masuk Singkup, Masker Dibagikan & Ambulans Disiagakan

KUNINGANSATU.COM – Asap akibat kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang masih berlangsung membuat layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, meningkatkan kewaspadaan.

UPTD Puskesmas Pasawahan bergerak melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada masyarakat Desa Singkup yang terdampak asap. Selain itu, ambulans beserta tenaga kesehatan juga disiagakan di desa tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan maupun kebutuhan evakuasi.

Kepala UPTD Puskesmas Pasawahan, Agus Junaedi, S.Farm., Apt., mengatakan pembagian masker telah dilakukan pada Selasa malam kepada warga Desa Singkup yang terdampak asap kebakaran.

“Semalam pembagian masker ke warga yang terdampak asap kebakaran hutan Desa Singkup,” kata Agus saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Untuk tahap awal, Puskesmas Pasawahan menyalurkan sebanyak 10 box masker. Namun, jumlah tersebut masih dapat ditambah apabila berdasarkan pemantauan di lapangan kebutuhan masyarakat meningkat.

“Ada 10 box sementara. Sambil dipantau, kalau misalnya kurang kita akan bagikan lagi sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, petugas kesehatan juga terus memantau kondisi masyarakat. Agus menyebut hingga saat ini belum ditemukan warga yang mengalami dampak kesehatan secara langsung akibat paparan asap kebakaran.

“Pemantauan kami di Puskesmas, belum ada yang terdampak langsung dan masyarakat sekitar dalam kondisi aman,” jelasnya.

Meski kondisi warga masih relatif aman, Puskesmas Pasawahan tetap menyiapkan langkah antisipasi. Ambulans ditempatkan di Desa Singkup untuk mendukung kemungkinan evakuasi maupun memberikan pertolongan apabila terdapat warga atau personel yang mengalami gangguan kesehatan di tengah penanganan kebakaran.

“Kami siapkan ambulans di Desa Singkup untuk jaga-jaga evakuasi warga atau ada personel yang sedang memadamkan api terdampak oleh kebakaran hutan,” ungkap Agus.

Tiga personel turut disiagakan untuk mendukung pelayanan tersebut, terdiri dari satu orang sopir ambulans dan dua orang perawat.

“Supir satu dan perawat dua,” katanya.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan karena kondisi kebakaran masih dapat berubah sewaktu-waktu. Selain warga yang tinggal di sekitar lokasi, para personel yang bekerja melakukan pemadaman juga menjadi perhatian karena harus berhadapan dengan medan berat serta paparan asap dalam proses penanganan kebakaran.

Langkah Puskesmas Pasawahan tersebut merupakan bagian dari instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Agah Nugraha, MKM., mengatakan pihaknya meminta Puskesmas Pasawahan melakukan pembagian masker sekaligus pendataan terhadap masyarakat yang terdampak.

“Pemberian masker dari UPTD Puskesmas Pasawahan kepada masyarakat terdampak asap kebakaran di daerah Singkup Pasawahan,” kata Agah.

Menurut Agah, pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus memastikan warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat asap dapat segera memperoleh penanganan.

“Dinkes hanya memerintahkan Puskesmas Pasawahan membagikan masker, mendata dan mengobati barangkali ada masyarakat yang terkena dampak asap tersebut,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, penanganan dampak kebakaran di wilayah Singkup tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman, tetapi juga dengan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan akses pelayanan kesehatan selama kondisi darurat berlangsung.

Puskesmas Pasawahan memastikan pemantauan akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan penambahan masker apabila kebutuhan warga meningkat serta kesiapan ambulans dan tenaga kesehatan apabila situasi di lapangan berkembang.

“Kita pantau terus. Kalau kebutuhan masker bertambah, akan kita bagikan lagi sesuai kebutuhan,” pungkas Agus.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup