Isu “Settingan” Seleksi Komisaris BPR Perseroda Mencuat, Dua Kandidat Kompak Bantah

KUNINGANSATU.COM – Proses seleksi calon Komisaris PT Perseroda BPR Kuningan periode 2026-2030 yang saat ini memasuki tahapan lanjutan mulai diwarnai berbagai isu di tengah publik. Tiga nama yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, yakni Deden Kurniawan Sopandi, A.Ks., S.E., M.Si., Irvan Adisatrio, dan Rahmadi, S.E., M.Si., menjadi sorotan seiring munculnya spekulasi terkait proses yang sedang berjalan.

Isu yang berkembang menyebut adanya dugaan “settingan” dalam seleksi, dengan narasi bahwa dua kandidat lain yakni Irvan dan Rahmadi hanya menjadi pelengkap untuk menguatkan peluang Deden Kurniawan Sopandi yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan.

Menanggapi hal tersebut, Deden Kurniawan Sopandi yang juga dijuluki sebagian pihak sebagai “Purbaya Kuningan” merespons santai. Ia menegaskan bahwa proses seleksi harus dihormati dan dijalankan sesuai tahapan yang berlaku.

“Terima kasih, mohon doanya agar lancar tahap selanjutnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).

Deden juga menekankan pentingnya kompetensi dalam dunia profesional, terutama terkait sertifikasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ia menyinggung bahwa sebagian pihak dinilai masih kurang aktif dalam pengembangan diri melalui sertifikasi.

“Kelemahan sebagian senior itu malas mengikuti sertifikasi, diam di zona nyaman,” ungkapnya.

Menurutnya, kompetensi tidak hanya terlihat dari pengalaman, tetapi juga harus dibuktikan secara formal maupun kinerja nyata di lapangan.

“Kompetensi itu ditunjukkan “in fact” memiliki sertifikat dan “in appearance” dalam kinerja,” tambahnya.

Meski demikian, Deden tetap memberikan apresiasi terhadap kandidat lainnya. Ia menyebut Irvan dan Rahmadi memiliki kapasitas yang baik dan layak bersaing dalam proses seleksi.

“Irvan memiliki potensi, saat di Inspektorat juga pernah jagokan. Rahmadi juga sama-sama memiliki potensi, bahkan berada di atas Irvan dalam hal angkatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Irvan Adisatrio juga memberikan bantahan keras terhadap isu yang menyebut dirinya dan Rahmadi sengaja “diatur” dalam proses seleksi untuk kepentingan kandidat tertentu.

“Ah, itu hanya isu. Jangan suka mengaitkan hal-hal seperti itu,” kata Irvan saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh kandidat yang lolos seleksi administrasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan, terutama terkait latar belakang auditor bersertifikat.

“Lagipula salah satu kriteria memang dasar auditor, dan semua kandidat memang memiliki itu,” jelasnya.

Irvan sendiri saat ini berada pada jenjang Auditor Pratama, sementara Rahmadi tercatat sebagai Auditor Madya.

Lebih jauh, Irvan juga menanggapi santai narasi “senior-junior” yang ikut dikaitkan dengan proses seleksi. Saat disinggung mengenai adagium informal sudah tidak asing lagi dimana “Pasal 1: Senior selalu benar. Pasal 2: Jika salah, kembali ke pasal pertama,” dimana dalam konteks ini dipelesetkan menjadi Pasal 1: Senior selalu menang. Pasal 2: Jika kalah, kembali ke pasal pertama.

Irvan menilai hal tersebut hanya candaan yang tidak relevan.

“Itu sudah berlebihan. Tidak seperti itu. Seleksi ini berjalan berdasarkan aturan dan kompetensi, bukan soal senioritas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh proses seleksi berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia seleksi tanpa adanya pengaruh relasi personal maupun struktur senioritas.Tahapan seleksi calon Komisaris BPR Perseroda Kuningan sendiri masih berlanjut, dengan ketiga kandidat dijadwalkan mengikuti proses berikutnya pada 13-14 April 2026.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup