IPB University dan UM Kuningan Perkuat Riset Biofarmaka Berbasis Potensi Gunung Ciremai

KUNINGANSATU.COM – Upaya pengembangan riset obat herbal berbasis kekayaan hayati kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai mulai diperkuat melalui kerja sama antara IPB University dan Universitas Muhammadiyah Kuningan.

Kolaborasi tersebut resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Science Techno Park (STP) IPB University, Kampus Taman Kencana, Kota Bogor, pada 7 April 2026, sebagai langkah penguatan jejaring riset antarperguruan tinggi.

MoU ditandatangani langsung oleh Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, dan Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, yang menandai dimulainya penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Rektor UM Kuningan, Wawang Anwarudin, menilai kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi institusinya yang masih berada dalam fase awal pengembangan pascagabungnya sejumlah perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa kemitraan ini membuka ruang percepatan peningkatan kualitas kampus.

“Penandatanganan MoU ini menjadi motivasi bagi kami untuk berkembang menjadi perguruan tinggi yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wawang menyoroti potensi besar pengembangan riset di UM Kuningan, khususnya pada program studi farmasi yang fokus pada pengolahan obat berbasis bahan alam. Lokasi kampus yang berdekatan dengan kawasan Gunung Ciremai disebut menjadi modal strategis untuk riset biofarmaka.

Meski demikian, ia mengakui masih adanya keterbatasan fasilitas penelitian yang menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, kolaborasi dengan IPB University diharapkan dapat memperkuat kapasitas riset serta mendorong hilirisasi produk herbal agar lebih aplikatif.

Selain bidang farmasi dan kesehatan, kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan sektor peternakan. UM Kuningan melihat potensi komoditas sapi dan ayam di daerahnya dapat dikembangkan lebih optimal melalui pendekatan riset terapan.

Dari pihak IPB University, Rektor Alim Setiawan Slamet menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama tersebut. Ia menilai UM Kuningan memiliki peluang besar untuk berkembang melalui penguatan kolaborasi akademik dan riset.

IPB University sendiri memiliki 14 fakultas dengan ratusan program studi serta didukung lebih dari 1.500 dosen. Institusi ini juga membuka ruang kolaborasi lebih luas, mulai dari riset bersama, pengembangan pendidikan, hingga program percepatan studi mahasiswa.

“Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama, termasuk pengembangan riset tematik di bidang pangan, pertanian, dan kesehatan, serta kolaborasi dalam program pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan riset biofarmaka berbasis potensi lokal Gunung Ciremai, sekaligus meningkatkan kontribusi akademik kedua perguruan tinggi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup