Kader IMM UM Kuningan Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi, Kampus Disebut Miniatur Negara
KUNINGANSATU.COM,- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) mengajak mahasiswa untuk memandang kampus sebagai miniatur negara yang menjadi ruang belajar kepemimpinan, demokrasi, keberagaman, hingga penyelesaian persoalan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan oleh kader IMM sekaligus mahasiswa UM Kuningan, Ilham Fauzan, dalam sebuah refleksi yang disampaikan pada Kamis (4/6/2026). Menurutnya, kehidupan kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan kepedulian sosial mahasiswa.
“Di kampus, mahasiswa belajar menjadi bagian dari masyarakat yang lebih besar. Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi perlu terlibat aktif dalam berbagai proses perubahan yang membawa dampak positif,” ujar Ilham.
Dalam pandangannya, masih terdapat sebagian mahasiswa yang memandang organisasi kemahasiswaan sebagai entitas yang terpisah dari lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), IMM merupakan organisasi otonom yang secara historis, ideologis, dan struktural menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Muhammadiyah.
Karena itu, kata dia, mahasiswa tidak perlu ragu untuk mengenal dan bergabung dengan IMM. Organisasi tersebut hadir sebagai wadah pengembangan intelektualitas, religiusitas, dan humanitas mahasiswa.
“IMM bukan organisasi eksternal. IMM adalah bagian dari rumah besar PTMA yang menjadi ruang pembelajaran, pengkaderan, dan pengabdian bagi mahasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, Ilham menekankan bahwa IMM mengedepankan prinsip inklusivitas dan keterbukaan. Organisasi ini, lanjutnya, terbuka bagi seluruh mahasiswa tanpa memandang latar belakang daerah, suku, maupun perbedaan pandangan.
Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Karena itu, IMM berupaya menghadirkan ruang yang nyaman bagi siapa pun yang ingin belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kapasitas diri.
Melalui berbagai kegiatan perkaderan, diskusi, kajian, serta aksi sosial, IMM UM Kuningan berharap dapat menjadi ruang kolaborasi yang mendorong mahasiswa untuk lebih kritis, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia, dan organisasi adalah ruang terbaik untuk merawat ketajamannya. Mari bergabung, bertumbuh, dan mengukir cerita bermakna bersama IMM Universitas Muhammadiyah Kuningan,” tutup Ilham.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi upaya IMM UM Kuningan untuk memperkuat partisipasi mahasiswa dalam kehidupan kampus serta membangun budaya kolaboratif yang mampu melahirkan generasi muda berintegritas dan berdaya saing.
















