Ijazah Tak Jamin Sukses! Rektor UNISA Kuningan Bongkar Tantangan Lulusan di Era AI

KUNINGANSATU.COM,- Rektor Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan, Dr. Nurul Iman Hima Amrullah, S.Ag., M.Si., mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan gelar akademik dalam menghadapi persaingan dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nurul Iman dalam sambutannya pada Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-XI Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, yang berlangsung di Diva Convention Hall, Sabtu (7/11/2026).

Di hadapan para wisudawan, orang tua, serta tamu undangan, ia menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau penanda berakhirnya masa pendidikan. Lebih dari itu, wisuda menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Menurutnya, dunia kerja saat ini mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi, otomatisasi sistem, dan pengolahan big data. Kondisi tersebut membuat kebutuhan industri tidak lagi sebatas melihat ijazah maupun nilai akademik, tetapi juga kemampuan seseorang dalam memberikan kontribusi dan menyelesaikan persoalan.

“Pertanyaan utama yang akan Saudara hadapi adalah, solusi riil apa yang dapat Saudara hadirkan untuk memecahkan masalah di sekitar kita?” ujarnya.

Ia menegaskan, gelar Sarjana maupun Magister bukanlah jaminan seseorang akan langsung mendapatkan posisi aman dalam dunia kerja. Para lulusan justru harus terus meningkatkan kapasitas diri melalui kemampuan berpikir kritis, kecerdasan emosional, ketahanan mental, serta kemauan untuk terus belajar.

Meski demikian, Nurul Iman mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, ada hal mendasar yang tidak dapat digantikan oleh kecanggihan algoritma, yakni akal budi, adab, dan empati.

Sebagai lulusan perguruan tinggi Islam, alumni UNISA Kuningan juga diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan profesional. Al-Qur’an dan Sunnah harus menjadi pedoman moral dalam setiap pengambilan keputusan, dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan amanah.

Ia juga berpesan agar para lulusan tidak melupakan kearifan lokal Kuningan. Di mana pun nantinya berkarya, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional, mereka diharapkan tetap menjaga akar tradisi, kepedulian sosial, serta nilai-nilai luhur masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNISA Kuningan menitipkan empat pesan penting kepada para wisudawan. Pertama, menjadi pembelajar sepanjang hayat dengan tidak berhenti membaca, meneliti, dan memperluas wawasan.

Kedua, berani menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja. Dengan bekal ilmu, kreativitas, dan kemampuan kewirausahaan, para lulusan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya.

Ketiga, menjaga jejaring dan kolaborasi melalui Ikatan Alumni UNISA Kuningan. Menurutnya, keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kekuatan kerja sama dan saling mendukung.

Keempat, menjaga nama baik almamater melalui karya nyata, prestasi, serta perilaku yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada bagian lain sambutannya, Nurul Iman turut menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua dan wali wisudawan. Ia menyebut keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, serta dukungan keluarga selama menempuh perjalanan akademik.

Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika UNISA Kuningan, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang Sarjana maupun Magister.

“Kami serahkan kembali putra-putri Bapak dan Ibu sekalian. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UNISA Kuningan selama beberapa tahun ini untuk mendidik, belajar bersama dan menempa mereka,” tuturnya.

Melalui momentum Wisuda ke-XI ini, UNISA Kuningan berharap para lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga karakter yang kuat, berakhlakul karimah, serta mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Wisuda tersebut sekaligus menjadi momentum bagi UNISA Kuningan untuk terus memperkuat perannya dalam mencetak generasi unggul, beriman, bertakwa, dan memiliki daya saing di tengah perubahan zaman.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup